Sudahkah kamu tahu berapa nilai bisnis yang sudah dijalankan beberapa tahun terakhir? Setiap pebisnis harus tahu dan business valuation adalah langkah tepat untuk mengetahuinya.
Sayangnya, masih banyak pebisnis buta akan cara menilai bisnisnya sehingga mengalami stuck saat ingin mengembangkan usaha.
Tidak hanya itu, dengan melakukan valuasi, kamu juga dapat memastikan kinerja bisnis dalam kondisi sehat.
Untuk bisa melakukan valuasi bisnis dengan tepat, kamu bisa mengetahui apa saja metodenya.
Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini, termasuk dengan manfaat hingga faktor yang memengaruhi perhitungannya.
Apa Itu Business Valuation?
Pengertian dari valuasi perusahaan adalah penilaian akan sebuah bisnis baik itu skala besar maupun kecil seperti UMKM.
Valuasi adalah proses untuk mencari tahu nilai intrinsik atau wajarnya sebuah perusahaan.
Nilai ini bisa kamu dapatkan dari analisis fundamental, baik itu kinerja keuangan hingga faktor ekonomi yang memengaruhi. Hasil penilaiannya sangat penting untuk mengambil keputusan di masa mendatang.
Kapan Sebaiknya Bisnis Melakukan Valuasi?
Apakah melakukan valuasi bisnis sebaiknya dilakukan setelah bertahun-tahun atau saat bisnis baru saja berjalan beberapa waktu? Kamu harus tahu waktu yang tepat melakukan penilaian bisnis berikut ini:
1. Ketika Ingin Mendapatkan Investor
Setiap bisnis yang ingin berkembang tentu memerlukan suntikan dana. Investor menjadi salah satu cara terbaik untuk bisa mendapatkan modal tambahan agar rencana bisnis dapat berjalan.
Supaya investor tahu bagaimana kondisi bisnis, kamu harus melakukan valuasi terlebih dahulu.
Hasil valuasi inilah yang akan menjadi bahan pertimbangan para investor untuk mempercayakan uang mereka pada perusahaanmu.
Baca Juga: Customer Base: Arti, Kenapa Penting, dan Cara Membangunnya
2. Ketika akan Merger atau Akuisisi
Sudah jadi hal umum ketika suatu bisnis yang kurang berkembang melakukan akuisisi dengan bisnis yang lebih kuat. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.
Perusahaan yang akan melakukan akuisisi, biasanya perlu mengetahui kinerja bisnis sebelum menentukan langkah ke depan. Karena itu, setiap sebelum akuisisi kamu perlu melakukan valuasi bisnis.
3. Saat akan Melantai di IPO
Berencana untuk melakukan Initial Public Offering (IPO)? Ketika kamu ingin mengambil langkah ini, valuasi bisnis adalah hal pertama yang perlu kamu lakukan.
Publik harus tahu seperti apa kinerja bisnis selama ini untuk mempercayakan dana mereka membeli saham. Selain itu, hasil valuasi ini juga yang jadi tolak ukur penentuan harga saham.
4. Saat Perubahan Kepemilikan
Bisnis bisa saja mengalami perubahan kepemilikan, misalnya ketika pemilik pertama wafat dan diwariskan kepada anak cucunya. Atau bisa juga saat bisnis harus dijual karena alasan tertentu.
Pada saat mengalami perubahan kepemilikan, valuasi bisnis sangatlah penting. Hasil business valuation akan membantu pemilik baru mengetahui nilai bisnis dan bisa mengambil strategi ke depan dalam mengembangkannya.
Baca Juga: Customer Equity: Komponen, Cara Mengukur, dan Cara Meningkatkannya
5. Saat Ingin Evaluasi Kinerja
Analyst business valuation juga dapat berlangsung ketika pemilik bisnis ingin melakukan evaluasi kinerja.
Misalnya, perusahaan startup yang tidak kunjung mendapatkan keuntungan setelah beberapa tahun berjalan.
Evaluasi kinerja memerlukan valuasi bisnis baik dari segi keuangan hingga operasional secara umum.
Dengan begitu, masalah utama dapat terdeteksi dan pengambilan strategi yang tepat dapat berjalan.
Manfaat dari Menghitung Nilai Bisnis
Setiap bisnis yang melakukan penilaian bisnis karena berbagai alasan, akan merasakan beberapa manfaat berikut:
1. Menjadi Dasar Mengambil Keputusan Bisnis
Setiap perjalanan berbisnis, ada keputusan-keputusan baru yang perlu diambil menyesuaikan dengan keadaan. Keputusan ini akan lebih tepat jika pemilik bisnis sudah tahu seperti apa nilai bisnisnya.
Karena itu, valuasi bisnis sangat bermanfaat untuk mengambil keputusan bisnis dengan cepat, tepat, dan efektif.
Baik itu keputusan untuk mengurangi biaya operasional hingga marketing sesuai dengan porsinya.
2. Menetapkan Harga Jual yang Sesuai
Manfaat business valuation dan analisis selanjutnya adalah untuk bisa menentukan harga jual produk dengan benar.
Mengingat ketatnya persaingan bisnis, harga jual produk jadi faktor penentu apakah banyak konsumen yang tertarik membeli.
Harga ini bukan hanya harus bersaing, tapi juga harus memberikan keuntungan serta menutup operasional bisnis. Hasil valuasi akan menunjukkan berapa harga jual yang bisa kamu tetapkan.
Baca Juga: Customer Journey: Komponen, 5 Tahapan Utama, dan Contohnya
3. Mencari Tahu Kesehatan Keuangan Bisnis

Dalam valuasi bisnis, ada perhitungan laba bersih, pendapatan, margin keuntungan, hingga arus kas. Semua perhitungan ini akan menunjukkan sejauh mana kesehatan keuangan bisnis kamu.
Manfaat ini akan membantu kamu untuk mengetahui cara menghasilkan keuntungan dengan tepat. Dengan begitu, bisnis bisa stabil dan bertumbuh dengan keuangan yang sehat.
4. Memudahkan Ekspansi Usaha
Setiap pemilik bisnis tentu berangan-angan untuk bisa melakukan ekspansi. Namun, dalam prosesnya perlu banyak pertimbangan agar bisnis lama tetap existing dan perkembangan berjalan lancar.
Valuasi bisnis bermanfaat untuk membantumu mengetahui kesehatan keuangan hingga menarik calon investor. Dari sini, kamu bisa melakukan strategi ekspansi usaha yang tepat.
Apa Saja Business Valuation Methods?
Bagian paling penting tentu saja bagaimana cara kamu melakukan valuasi bisnis. Metodenya ada beragam, yaitu:
1. Metode Market Valuation
Pendekatan pertama adalah dengan memahami kapitalisasi pasar dan yang paling sederhana.
Dalam proses perhitungan, kamu tinggal mengalikan jumlah total saham yang telah beredar dengan harga saham perusahaan.
Misalnya, kamu memiliki perusahaan elektronik ABC yang memiliki harga saham Rp2.000 dengan total yang beredar Rp20 juta. Maka, valuasinya Rp2.000 X 20 = Rp40 miliar.
2. Metode Cost Valuation
Cara yang kedua adalah dengan menggunakan logika substitusi, yaitu ketika investor tidak membayar lebih pada biaya pengganti. Dua biaya yang harus dipertimbangkan adalah reproduksi dan penggantian.
Biaya reproduksi merupakan biaya pada waktu itu dan bertujuan mengukur replika aset, desain, hingga teknik serta standar konstruksi.
Sementara biaya pengganti adalah biaya untuk mengganti properti yang sudah ada dalam waktu tertentu.
3. Metode Income Valuation

Salah satu metode klasik yang menilai bisnis saat ini dengan nilai dari arus kas masa depan. Untuk perhitungannya, perlu banyak detail serta analisis dan risikonya cukup tinggi.
Cara menghitung valuasi bisnis ini bermula dari perhitungan estimasi arus kas tahunan, kemudian mengoversinya dengan nilai saat ini melalui tingkat pengembalian.
Berdasarkan arus kas, perhitungan risiko relatif akan berlangsung sehingga muncul nilai sisa dan dikonversikan. Untuk bisa mencapai estimasi yang tepat, perlu perhitungan dari seorang ahli.
4. Metode Time Revenue
Ada juga metode perhitungan berdasarkan periode tertentu. Dari hasil tersebut, aliran pendapatan akan digandakan menyesuaikan model bisnis.
Misalnya, perusahaan bidang retail memiliki valuasi dua kali dari pendapatan. Sementara dari bisnis jasa nilainya 0,25 kali dari pendapatan mereka.
5. Metode Discounted Cash Flow
Terakhir adalah metode yang menyesuaikan nilai pasar sekarang dengan proyeksi arus kas masa depan. Metode ini akan mempertimbangkan nilai inflasi dalam prosesnya.
Faktor yang Mempengaruhi Valuasi Bisnis
Dalam menghitung nilai bisnis, ada beberapa faktor yang bisa menentukan hasil, seperti:
1. Penjualan yang Stabil
Baik buruknya nilai perusahaan tergantung dengan stabilitas penjualan. Semakin angkanya stabil, menunjukkan bahwa nilai bisnis terus meningkat dan memiliki masa depan baik.
2. Model Bisnis
Business valuation juga mendapatkan dampak dari model bisnisnya. Ketika model bisnis unik, biasanya memiliki nilai lebih tinggi.
3. Kualitas Manajemen
Nilai bisnis bukan sekedar angka keuangan, tapi juga dipengaruhi kualitas manajemen.
Semakin bagus kepemimpinan dan penerapan struktur perusahaan yang jelas, maka kualitasnya pun meningkat.
Permudah Business Valuation dengan Dukungan Sistem ERP
Dalam proses valuasi bisnis, ada banyak data penting seperti arus kas bahkan laporan laba rugi yang diperlukan.
Untuk mendapat data real time dan akurat, sistem ERP dari Rekan Ai bisa jadi salah satu solusi.
Memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), sistem ERP dari Rekan Ai mampu menyuguhkan data dari inventory, CRM, bahkan manajemen SDM.
Semuanya terintegrasi dalam satu platform, sehingga memudahkan kamu untuk mengakses data dan memanfaatkannya. Dengan begitu, kamu dapat mengambil keputusan bisnis lebih tepat.
Yuk, segera permudah manajemen bisnis hingga valuasi bisnis dengan sistem ERP dari Rekan.ai. Kamu bisa berlangganan sekarang juga!
FAQ
Siapa yang melakukan business valuation?
Setiap pemilik bisnis bisa bekerja sama dengan konsultan keuangan atau akuntan publik.
Apakah hasil valuasi bisnis sifatnya pasti?
Tidak, hasil perhitungan valuasi bisnis sifatnya estimasi saja.
Apakah bisnis yang belum untung bisa melakukan valuasi?
Ya, karena valuasi bisnis perlu juga untuk evaluasi bisnis yang mengalami penurunan kinerja.
Reskia Ekasari, S.E. merupakan profesional di bidang keuangan dengan pengalaman lebih dari empat tahun dalam analisis finansial dan strategi pemasaran digital. Lulusan Akuntansi Universitas Sriwijaya ini dikenal karena kemampuannya mengintegrasikan data, efisiensi keuangan, dan digital marketing untuk mendorong pertumbuhan bisnis.