Saat ini, pelaku usaha sedang dihadapkan banyak pilihan model bisnis, mulai dari konvensional hingga berbasis digital. Salah satu pendekatan berbasis digital yang memiliki banyak peminat adalah model bisnis SaaS atau Software as a Service.
Dunia digital identik dengan kecepatan dan efisiensi. Bisnis yang mampu merespon kemajuan teknologi dengan tanggap, bisa memanfaatkannya sebagai fondasi untuk mengembangkan bisnis ke tingkat lebih tinggi.
Maka dari itu, sebagai pebisnis, penting bagi kamu untuk memahami berbagai model bisnis digital yang relevan. Dengan demikian, kamu dapat mengimplementasikannya ke bisnis bila cocok.
Baca Juga: 6 Perbandingan SaaS vs ERP, Dianggap Sama Padahal Beda Level!
Apa Itu Model Bisnis SaaS?
SaaS adalah model penyediaan perangkat lunak yang memungkinkan pengguna mengakses software melalui internet, tanpa perlu menginstalnya di perangkat sendiri atau membeli lisensi secara permanen. Cukup menggunakannya melalui browser.
Melalui model bisnis SaaS, penyedia layanan yang akan bertanggung jawab penuh atas pengelolaan aplikasi, mulai dari pemeliharaan sistem hingga pembaruan fitur.
Artinya, kamu bisa langsung menggunakan software tanpa harus memikirkan urusan teknis yang rumit.
Sederhananya, model ini seperti menyewa apartemen yang sudah dilengkapi tempat tidur, kamar mandi, dan dapur.
Semua fasilitas tersebut telah pengelola siapkan agar kamu tinggal menggunakannya tanpa perlu repot menyiapkan apa pun.
Contoh SaaS yang mungkin sudah familiar kamu gunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah Google Workspace.
Google Workspace terdiri dari aplikasi SaaS berbasis Cloud seperti Google Docs hingga Google Slides.
Kamu bisa mengakses layanan tersebut kapan pun selama terhubung ke internet tanpa harus memasang aplikasinya.
Selain itu, Google Workspace juga memiliki fitur autosave sehingga pengguna tidak perlu repot-repot menyimpan progress manual.
Cara Kerja SaaS
Sebelum sampai ke tangan pengguna, SaaS telah diinstal dan dijalankan pada cloud server milik penyedia layanan.
Oleh karena itu, pengguna tidak perlu mengunduh atau memasang software secara mandiri di komputer maupun laptop.
Untuk menggunakannya, kamu hanya membutuhkan perangkat yang terhubung ke internet dan aplikasi browser.
Setelah masuk ke platform SaaS, software bisa langsung kamu jalankan untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis.
Seluruh data yang kamu masukkan ke dalam sistem akan otomatis tersimpan pada cloud server penyedia layanan.
Merekalah yang bertanggung jawab menjaga keamanan data pengguna dan melakukan pemeliharaan software dari belakang layar.
Baca Juga: Alur dan Cara Kerja ERP dalam Merapikan Operasional Bisnis!
Kelebihan Menerapkan Model Bisnis SaaS
Tidak sedikit perusahaan yang mulai beralih menggunakan model SaaS karena kemudahannya. Berikut adalah kelebihan yang akan kamu peroleh jika mengadopsi model ini.
1. Menyederhanakan Proses Bisnis
SaaS mampu menyederhanakan proses bisnis yang tadinya rumit dan memakan waktu.
Aktivitas operasional yang bersifat berulang seperti pencatatan data, pembuatan laporan, hingga manajemen tugas kini bisa berjalan otomatis.
Otomatisasi ini membuat tim tidak lagi terbebani oleh pekerjaan administratif yang menyita energi.
Sumber daya manusia yang ada bisa kamu alihkan untuk mengerjakan tugas yang lebih strategis.
Selain itu, SaaS juga membantu perusahaan dalam memantau operasional bisnis secara real time.
Hal ini memungkinkan manajemen untuk membuat keputusan yang cepat berdasarkan data dan analitik terbaru di sistem.
2. Mendapat Akses Fitur dan Versi Terbaru Secara Real Time
Salah satu keluhan pengguna terkait penggunaan software adalah fitur yang lama di-update.
Namun, SaaS memungkinkan pengguna untuk langsung merasakan fitur terbaru tanpa perlu instalasi ulang atau menambah biaya.
Penyedia SaaS biasanya rutin melakukan pembaruan fitur hingga peningkatan tampilan antarmuka yang bahkan bisa jadi pengguna tidak sadari.
Semua pembaruan tersebut berjalan otomatis tanpa mengganggu aktivitas pengguna.
Berbeda dengan software konvensional yang mengharuskan instalasi manual atau bahkan pembelian versi terbaru. SaaS memastikan kamu mendapat akses ke versi paling mutakhir dengan mudah.
Keunggulan ini berdampak positif pada perkembangan bisnis agar semakin mudah memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah dan mengelola operasional dengan lebih efisien.
3. Penggunaan yang Mudah dan Fleksibel
Kabar baiknya, Kamu bisa mengakses layanan SaaS melalui web browser yang tersedia pada berbagai perangkat seperti komputer, smartphone, maupun laptop dan berbagai sistem operasi seperti Windows, Mac, Android, iOS, hingga Linux.
Fleksibilitas ini membuat SaaS sangat user friendly karena bisa kamu gunakan pada perangkat apa saja tanpa spesifikasi khusus yang rumit.
Selain itu, kamu dapat bekerja dari mana saja dan kapan saja selama terhubung ke internet. Pola kerja yang fleksibel ini memungkinkan tim untuk bekerja secara remote dan hybrid.
Jadi, ketika ada pekerjaan yang urgent, tidak perlu selalu harus datang ke kantor untuk menyelesaikannya.
4. Mempermudah Kerja Sama Tim

Model bisnis SaaS dirancang untuk mendukung kolaborasi antar anggota tim secara lebih efektif.
Setiap anggota tim dapat mengerjakan berbagai tugas secara bersamaan dalam satu sistem yang terhubung ke internet.
Berbagai fitur kolaboratif biasanya sudah terintegrasi dalam aplikasi SaaS seperti berbagi dokumen, menyunting dokumen, update status pekerjaan, hingga menugaskan pekerjaan.
Kemudahan ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi tim untuk bekerja dari lokasi yang berbeda. Selain itu, kolaborasi yang lancar membantu pekerjaan selesai lebih cepat.
5. Penyesuaian Skalabilitas
Kelebihan SaaS adalah kemampuannya untuk disesuaikan dengan skala kebutuhan bisnis. Fleksibilitas ini sangat membantu bisnis yang sedang tumbuh atau memiliki kebutuhan fluktuatif.
Kamu bisa menaikkan kapasistas atau menambah fitur melalui paket langganan yang tersedia. Sebaliknya, kamu juga bisa melakukan penurunan ketika kebutuhan berkurang.
Hal ini lebih menghemat biaya daripada software konvensional yang mengharuskan perusahaan membeli kapasitas besar sejak awal.
SaaS memungkinkan bisnis menggunakan sumber daya yang efisien sehingga kamu hanya membayar apa yang benar-benar dibutuhkan tanpa pemborosan tidak berarti.
Baca Juga: Competitive Advantage: Pengertian, Jenis, dan Cara Meningkatkannya
6. Hemat Biaya Operasional
Penerapan model SaaS pada bisnis membantu menekan biaya operasional secara signifikan. Perusahaan tidak perlu lagi menyediakan infrastruktur IT serta membayar biaya lisensi software.
Pasalnya, biaya pemeliharaan, pembaruan sistem, hingga keamanan akan menjadi tanggung jawab penyedia SaaS. Maka dari itu, anggaran perusahaan dapat dihemat untuk kebutuhan bisnis lain yang lebih strategis.
Lalu, metode pembayaran layanan SaaS umumnya menggunakan sistem berlangganan yang fleksibel. Kamu bisa memilih paket langganan dengan fitur dan kapasitas sesuai dengan kebutuhan dan budget bisnis.
Ingin Operasional Bisnis Lebih Fleksibel dan Efisien?
Model bisnis SaaS telah membuktikan perannya daam membantu menyederhakan proses kerja, kemudahan kolaborasi, hingga efisiensi biaya bisnis. SaaS menjadi pilihan bagus bagi perusahaan yang ingin tumbuh dan bersaing di era digital.
Salah satu bentuk layanan SaaS adalah ERP (Enterprise Resource Planning). Sistem ERP mampu meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas bisnis karena seluruh tugas berbagai divisi terintegrasi ke dalam satu platform.
Penyedia software ERP terpercaya, Rekan.ai menawarkan aplikasi ERP berbasis kecerdasan buatan untuk mengatur inventori, manajemen SDM, hingga CRM ke satu dashboard.
Buat kamu yang ingin menyesuaikan sistem ERP dengan alur kerja bisnis, tim Rekan.ai siap membantu proses implementasinya hingga selesai. Hubungi kami untuk konsultasi.
FAQ
Mengapa SaaS adalah pilihan yang praktis?
Karena pengguna tidak perlu memasang software secara manual dan pemeliharaan serta pembaruan fitur telah menjadi bagian tanggung jawab penyedia SaaS.
Apakah SaaS aman untuk menyimpan data bisnis?
Iya, aman jika kamu memilih platform SaaS yang menerapkan standar keamanan tinggi seperti enskripsi dan pencadangan rutin.
Bagaimana tips memilih layanan SaaS?
Menentukan kebutuhan bisnis, membandingkan fitur dan harga berbagai penyedia SaaS, serta cek ulasan pengguna sebelumnya.
Reskia Ekasari, S.E. merupakan profesional di bidang keuangan dengan pengalaman lebih dari empat tahun dalam analisis finansial dan strategi pemasaran digital. Lulusan Akuntansi Universitas Sriwijaya ini dikenal karena kemampuannya mengintegrasikan data, efisiensi keuangan, dan digital marketing untuk mendorong pertumbuhan bisnis.