Dalam bisnis, istilah market share adalah hal penting. Tapi, apa sebenarnya pangsa pasar ini? Apakah perannya penting dalam bisnis?
Sederhana, jawabannya memang begitu penting. Setiap bisnis bahkan wajib melakukan penghitungan atas pangsa pasar yang diperoleh.
Dengan menghitungnya, kamu bisa membandingkan berapa banyak persentase yang bisnismu dapatkan dari total pembelian yang terjadi di pasar.
Ingin tahu lebih mendalam soal pangsa pasar? Mari kita bahas!
Baca Juga: Customer Lifetime Value: Arti, Rumus, dan Manfaatnya
Apa Itu Market Share?
Jadi, yang dimaksud dengan market share adalah persentase penguasaan pasar yang sebuah perusahaan miliki jika kamu bandingkan dengan seluruh pemain dalam industri yang sama dan dalam periode waktu tertentu.
Dengan kata lain, market share adalah sesuatu yang menjawab satu pertanyaan simpel, “Dari total pembelian yang terjadi di pasar, berapa bagian yang jatuh ke bisnis kamu?”
Saat seluruh penjualan dalam satu industri kamu kumpulkan, lalu kamu bandingkan dengan penjualan perusahaan tertentu, hasil perbandingan itulah market share.
Kamu bisa menghitungnya memakai data nilai penjualan atau jumlah unit, tergantung tujuan analisismu.
Kalau satu perusahaan menguasai 20 persen market share, artinya dari setiap lima transaksi yang terjadi di pasar tersebut, satu transaksi mengarah ke produk atau layanan perusahaan itu.
Angka ini langsung memberi gambaran tentang seberapa kuat pengaruh bisnis dalam persaingan pasar.
Market share adalah sesuatu sering muncul dalam laporan bisnis, analisis industri, hingga presentasi investor karena metrik ini mampu menunjukkan posisi bisnis secara cepat tanpa perlu penjelasan bertele-tele.
Jenis-Jenis Market Share
Kata siapa hanya ada diagram market share seperti yang biasa kamu lihat? Memang, konsep market share memang satu, tetapi cara mengukurnya bisa berbeda.
Perbedaan ini muncul karena bisnis memiliki tujuan analisis yang tidak selalu sama. Berikut beberapa jenis market share yang paling sering digunakan:
1. Revenue (Value) Market Share
Pertama, ada revenue/value market share. Ini adalah jenis yang mengukur pangsa pasar berdasarkan nilai penjualan atau pendapatan. Artinya, kamu membandingkan total omzet perusahaan dengan total omzet seluruh industri.
Jenis ini cocok saat bisnis menawarkan produk dengan variasi harga yang signifikan. Misalnya, satu merek menjual produk premium dengan harga tinggi, sementara kompetitor bermain di harga rendah.
Dari sisi unit, penjualannya mungkin kecil, namun dari sisi pendapatan, kontribusinya bisa besar.
Revenue market share membantu kamu melihat siapa pemain yang benar-benar “menguasai uang” di industri, bukan sekadar ramai di jumlah transaksi.
2. Berdasarkan Volume (Unit)
Kemudian, ada jenis yang berdasarkan volume. Volume market share adalah jenis yang mengukur pangsa pasar berdasarkan jumlah unit yang terjual.
Setiap produk atau unit kamu anggap bernilai sama, tanpa memperhatikan harga. Pendekatan ini sering dipakai untuk produk massal seperti FMCG, kebutuhan rumah tangga, pulsa, atau layanan berlangganan dengan harga seragam.
Volume pangsa pasar, nantinya akan memberi gambaran jelas tentang popularitas dan penetrasi produk di pasar.
Kalau tujuanmu ingin tahu produk mana yang paling sering konsumen beli, volume market share biasanya lebih relevan daripada revenue market share.
3. Segmented atau Market Served Share
Tidak semua bisnis bermain di pasar yang luas. Banyak perusahaan justru fokus ke segmen tertentu, misalnya segmen premium, anak muda, UMKM, atau wilayah tertentu.
Segmented market share adalah jenis yangmenghitung pangsa pasar berdasarkan segmen spesifik, bukan seluruh industri.
Dengan pendekatan ini, bisnis kecil tetap bisa terlihat kuat karena tidak perlu bersaing langsung dengan raksasa industri di semua lini.
Bagi bisnis dengan positioning jelas, segmented market share jauh lebih realistis dan strategis.
4. Relative Market Share

Terakhir, ada jenis relative. Apa maksudnya? Ini adalah jenis yang membandingkan penjualan perusahaan dengan pesaing utama, biasanya market leader.
Tujuannya bukan mencari persentase dari seluruh pasar, melainkan melihat jarak kekuatan antar pemain.
Jenis ini sering muncul dalam analisis strategi karena membantu bisnis memahami posisi kompetitif secara langsung.
Jadi, kamu bisa melihat apakah bisnis masih tertinggal jauh atau sudah mulai mendekati pemain besar.
Intinya, tidak ada satu jenis market share yang paling benar. Semua kembali ke tujuan analisis, konteks industri, dan strategi bisnis yang kamu jalankan.
Baca Juga: Drip Campaign: Arti, Kenapa Penting, dan Cara Membangunnya
Mengapa Bisnis Perlu Memahami Market Share?
Tahu soal pangsa pasar tentu bukan untuk keren-kerenan. Pasalnya, metrik ini punya peran penting dalam pengambilan keputusan bisnis, baik skala kecil maupun besar:
1. Untuk Menilai Posisi dan Dominasi di Pasar
Market share adalah “tools” yang bisa membantu kamu memahami posisi bisnis dalam peta persaingan. Dengan data ini, kamu tidak lagi menebak-nebak apakah bisnis tergolong kecil, menengah, atau sudah dominan.
Saat pangsa pasar terus meningkat, bisnis menunjukkan kemampuan merebut perhatian pasar.
Sebaliknya, ketika stagnan atau menurun, kamu perlu mengevaluasi strategi yang berjalan.
Tanpa metrik ini, bisnis mudah merasa “baik-baik saja” padahal perlahan tertinggal.
2. Sebagai Tolok Ukur Keberhasilan Strategi
Setiap strategi pemasaran, penetapan harga, atau pengembangan produk seharusnya berdampak ke pasar. Market share membantu kamu melihat apakah strategi tersebut benar-benar bekerja.
Saat penjualan naik tetapi market share turun, itu berarti pasar tumbuh lebih cepat dari bisnis kamu. Kondisi ini terlihat bagus di laporan internal, tetapi sebenarnya berbahaya dalam jangka panjang.
Dengan kata lain, memahami pangsa pasar bisa membuat evaluasi strategi menjadi lebih objektif.
Baca Juga: Customer Insight: Arti, Manfaat, dan 6 Cara Praktis Mendapatkannya
3. Menarik Minat Investor dan Mitra

Investor, distributor, dan mitra bisnis sering melihat market share sebagai indikator stabilitas dan potensi.
Pangsa pasar yang kuat memberi sinyal bahwa bisnis mampu bertahan dalam persaingan.
Selain itu, market share juga memperlihatkan daya tarik brand di mata konsumen. Semakin besar penguasaan pasar, semakin tinggi kepercayaan eksternal terhadap bisnis tersebut.
4. Mendukung Efisiensi dan Skala Ekonomi
Bisnis dengan market share besar biasanya memiliki volume yang cukup untuk menekan biaya produksi, distribusi, dan operasional. Skala ini memberi ruang untuk bermain di harga, promosi, atau ekspansi pasar.
Keunggulan efisiensi seperti ini sulit dicapai tanpa penguasaan pasar yang memadai.
5. Menyusun Strategi Bisnis Lebih Terarah
Dengan memahami market share, bisnis bisa menentukan arah langkah berikutnya. Kamu bisa memilih untuk memperluas pasar, memperdalam segmen tertentu, atau mengubah pendekatan pemasaran.
Bagaimana Cara Menghitung Pangsa Pasar?
Menghitung market share sebenarnya cukup sederhana selama kamu punya data yang relevan dan akurat.
Adapun rumus market share sebagai berikut:
Market Share (%) = (Penjualan Perusahaan ÷ Total Penjualan Industri) × 100%
Kamu bisa memakai data penjualan berdasarkan nilai (revenue) atau jumlah unit, tergantung tujuan analisis.
Contohnya, sebuah pasar smartphone di satu kota mencatat penjualan 10.000 unit dalam setahun. Jika bisnis kamu menjual 2.000 unit, maka market share bisnis kamu mencapai 20 persen.
Perhitungan yang sama berlaku untuk revenue. Jika total nilai pasar mencapai Rp50 miliar dan bisnis kamu berkontribusi Rp10 miliar, maka revenue market share juga bernilai 20 persen.
Ingin Meningkatkan Pangsa Pasar Bisnismu? Ikuti Langkah Ini!
Ingin tahu bagaimana cara meningkatkan market share? Berikut ini langkah yang bisa kamu coba untuk memperbesar penguasaan pasar:
- Tentukan pasar secara spesifik dan realistis supaya strategi lebih fokus dan terarah.
- Analisis kompetitor secara rutin lalu cari celah yang belum mereka maksimalkan.
- Kembangkan produk atau layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
- Sesuaikan strategi harga agar tetap kompetitif dan sesuai dengan positioning brand.
- Bangun brand awareness lewat komunikasi yang konsisten dan mudah dikenali.
- Perkuat kualitas layanan supaya pelanggan tidak mudah berpindah ke kompetitor.
- Tingkatkan efisiensi operasional agar bisnis punya ruang manuver lebih luas.
- Jaga hubungan dengan pelanggan lama karena loyalitas membantu stabilitas penjualan.
- Pantau market share secara berkala lalu sesuaikan strategi sesuai perubahan pasar.
Selain itu, kamu pun bisa mengoptimalkan penguasaan pasar dengan mengaplikasikan teknologi seperti Rekan.ai.
Platform berbasis AI kami, akan membantumu dari CRM, manajemen stok, sampai analitik penjualan.
Tingkatkan Pasar Bisnismu dengan Rekan.AI!
Rekan.ai membantu bisnis kamu menguasai pasar lebih efektif lewat integrasi semua proses dalam satu platform berbasis AI.
Mulai dari CRM, manajemen stok, hingga analitik penjualan, semuanya terhubung, sehingga kamu bisa memantau tren konsumen dan performa produk secara real-time.
AI Agents di ChatOne pun otomatis menanggapi ribuan percakapan pelanggan, meningkatkan kepuasan sekaligus membuka peluang penjualan tambahan melalui rekomendasi dan upselling yang personal.
Dengan data terpusat dan laporan yang akurat, kamu bisa menyusun strategi pemasaran tepat sasaran, menyesuaikan harga, dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
Hasilnya, bisnis lebih cepat merespons kebutuhan pasar, memperluas jangkauan, dan menaikkan pangsa pasar tanpa menambah beban operasional. Coba sekarang!
Reskia Ekasari, S.E. merupakan profesional di bidang keuangan dengan pengalaman lebih dari empat tahun dalam analisis finansial dan strategi pemasaran digital. Lulusan Akuntansi Universitas Sriwijaya ini dikenal karena kemampuannya mengintegrasikan data, efisiensi keuangan, dan digital marketing untuk mendorong pertumbuhan bisnis.