competitive advantage

Competitive Advantage: Pengertian, Jenis, dan Cara Meningkatkannya

Competitive advantage adalah salah satu kunci agar suatu perusahaan bisa mempertahankan posisinya di tengah persaingan pasar. Karena dengan memiliki nilai tersebut, artinya bisnis sudah selangkah lebih maju daripada pesaing. 

Tanpa adanya keunggulan yang jelas, sulit bagi bisnismu untuk menarik perhatian pelanggan sehingga usaha tidak bisa berkembang. Sayangnya, pada kenyataannya masih cukup banyak pengusaha yang meremehkan keunggulan ini. 

Karena kebanyakan terlalu fokus pada aspek produksi dan distribusi produk. Lantas, apa sebenarnya competitive advantage itu? Seperti apa cara untuk meningkatkannya? 

Pengertian Competitive Advantage 

Keunggulan kompetitif atau competitive advantage adalah suatu keunggulan unik yang membuat perusahaan bisa mengungguli pesaingnya di pasar yang sejenis. Bentuk keunggulan ini pun bisa bermacam-macam. 

Misalnya dari kualitas produk yang lebih baik, harga yang lebih murah, efisiensi operasional yang lebih tinggi, layanan pelanggan yang lebih baik, dan lain sebagainya. 

Memiliki keunggulan ini menjadi poin yang sangat penting untuk perusahaan. Karena lewat keunggulan tersebut, perusahaan bisa mendapatkan hasil penjualan atau keuntungan yang jauh lebih besar daripada para pesaingnya. 

Cara kerja competitive advantage juga sebenarnya sederhana. Jadi keunggulan ini akan bekerja dengan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, lewat hal unik yang tidak mudah untuk para pesaing tandingi. 

Nantinya, semakin kuat dan berkelanjutannya keunggulan tersebut, maka semakin sulit pula bagi para pesaing untuk mengalahkannya. 

Baca Juga: Trial Balance: 4 Peran Utama, Jenis, dan Cara Menyusunnya!

Contoh Competitive Advantage 

Sebagai gambaran keunggulan kompetitif, bayangkan ada perusahaan A dan perusahaan B. Keduanya sama-sama bergerak di produksi keramik untuk kebutuhan konstruksi. 

Perusahaan A menggunakan teknologi terkini dan canggih sehingga kualitas keramik sangat baik. Sementara itu, perusahaan B hanya mampu memproduksi keramik biasa tanpa ada bantuan dari mesin canggih. 

Perbedaan teknologi produksi inilah yang membuat perusahaan A memiliki competitive advantage dari perusahaan B. Oleh karena itu, banyak pelanggan yang akhirnya memilih produk keramik perusahaan A karena kualitasnya. 

Fungsi Competitive Advantage 

Bukan hanya memenangkan persaingan, ada fungsi lain dari keunggulan kompetitif untuk perusahaan, konsumen, dan investor. Inilah penjelasannya:

1. Konsumen 

Adanya keunggulan kompetitif membuat konsumen mendapatkan nilai lebih dari produk yang mereka beli. Dalam jangka panjang, ini bisa berpengaruh besar pada kepuasan konsumen sampai ke reputasi bisnis. 

2. Perusahaan 

Fungsi keunggulan kompetitif bagi perusahaan adalah mempertegas posisi perusahaan tersebut di pasar. Selain itu, bargaining power perusahaan pun bisa meningkat pesat secara keseluruhan. 

3. Investor 

Tentu tidak ada investor yang mau berinvestasi di bisnis yang tidak bisa berkembang. Dengan adanya competitive advantage, investor bisa mendapatkan tolak ukur yang jelas tentang perusahaan dan berpengaruh ke keputusan investasi. 

Jenis-jenis Keunggulan Kompetitif 

Ada sejumlah jenis keunggulan kompetitif yang penting untuk dipahami, seperti:

1. Differential Advantage 

Pertama ada jenis differential advantage. Ketika memiliki keunggulan ini, artinya suatu perusahaan memiliki layanan atau penawaran unik yang tidak bisa pesaingnya ikuti. 

Inilah yang membuat perusahaan tersebut pada akhirnya tampil seperti pemimpin pasar. Contoh paling mudah dari jenis keunggulan ini, ada pada perusahaan Apple yang terkenal dengan sistem operasinya yang berbeda dan unik. 

Selain itu, ekosistem Apple juga membuat perusahaan ini berdiri sendiri dan seolah menjadi pemimpin pasar teknologi saat ini. 

2.  Comparative Advantage 

Selanjutnya ada comparative advantage yang merupakan kemampuan perusahaan untuk menggunakan modal lebih sedikit, tapi mampu menghasilkan produk atau jasa yang lebih berkualitas daripada pesaing. 

Jenis keunggulan kompetitif satu ini umumnya seringkali untuk membandingkan dua buah produk atau jasa yang berasal dari negara yang tidak sama. Contohnya, ada dua buah kulkas dari Jepang dan China. 

Mesin cuci Jepang memang memiliki harga yang lebih tinggi. Akan tetapi, dari segi fitur, mesin cuci China lebih banyak. Inilah yang kemudian membuat China unggul dari segi komparatif karena harga tersebut bisa memberikan profit lebih besar. 

3. Cost-based Advantage 

competitive advantage

Terakhir, ada jenis competitive advantage, yang berfokus pada harga, sehingga keunggulan ini seringkali lebih populer dengan nama perang harga. Jenis ini merujuk pada jasa atau produk yang sama, tapi memiliki harga berbeda. 

Misalnya, ada kulkas dari perusahaan A dan perusahaan B. Dengan model dan spesifikasi yang sama, perusahaan B bisa membandrol harga yang lebih murah karena biaya produksi yang lebih rendah. 

Inilah yang membuat perusahaan B memiliki cost-based advantage karena pelanggan akan cenderung memilih kulkas dari perusahaan B. 

Baca Juga: 5 Fungsi Sistem Inventory yang Tidak Boleh Disepelekan

Cara Meningkatkan Competitive Advantage 

Inilah berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan competitive advantage: 

1. Lakukan Analisis dan Identifikasi Pasar 

Pertama, kamu harus melakukan analisis pasar terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengetahui seperti apa target pasar dan mencari tahu apa kelebihan yang bisa kamu berikan untuk target pasar tersebut. 

Selain itu, penting untuk melakukan riset pada para kompetitor. Tujuannya untuk melihat apa kelemahan dari pesaing tersebut sehingga kamu bisa memanfaatkan kelemahan itu sebagai bahan membuat keunggulan produk. 

2. Fokus pada Kualitas 

Cara selanjutnya untuk meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan adalah dengan fokus pada kualitas. Pada prinsipnya, jangan sampai kamu mengorbankan kualitas produk atau jasa hanya demi mengejar profit. 

Karena pada akhirnya, kualitas lah yang akan menentukan keputusan pembelian dari pelanggan dan meningkatkan reputasi bisnis. Apabila kualitas buruk, apapun keunggulan yang kamu tawarkan, akan menjadi sia-sia. 

3. Selalu Dorong Inovasi dan Kreasi yang Berkelanjutan 

Inovasi dan kreasi bukan hanya soal penciptaan atau peluncuran produk baru saja. Lebih dari itu, inovasi dan kreasi juga berkaitan erat dengan usaha untuk meningkatkan kualitas dari produk atau jasa yang sudah ada. 

Karena dengan adanya pembaharuan tersebut, competitive advantage yang perusahaan miliki bisa senantiasa kuat meski harus berhadapan dengan banyak pesaing. 

4. Ciptakan Efisiensi Operasional 

Agar keunggulan kompetitif meningkat, perusahaan bisa menciptakan efisiensi operasional. Caranya adalah dengan memaksimalkan penggunaan sumber daya, supaya profit dan produktivitas bisa meningkat. 

Perusahaan pun bisa mempertimbangkan penggunaan teknologi yang lebih modern dan canggih. Sebab, dengan teknologi tersebut, kegiatan operasional bisa lebih efisien dan tidak ada pemborosan. 

5. Pahami Apa yang Pelanggan Butuhkan 

Agar bisa menciptakan keunggulan produk, tentu kamu harus tahu dulu apa yang pelanggan butuhkan dan cari. Karena dengan begitu, kamu bisa memberikan solusi dan jawaban atas kebutuhan tersebut.

6. Bangun Kemitraan (Networking) yang Strategis

competitive advantage 

Langkah meningkatkan keunggulan kompetitif selanjutnya adalah dengan membangun kemitraan atau networking secara strategis. Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk melengkapi sumber daya perusahaan. 

Misalnya bisa bekerja sama dengan distributor, perusahaan lain, atau bahkan influencer untuk mempromosikan produk. Dengan networking yang strategis, Anda tidak hanya bisa meningkatkan keunggulan kompetitif. 

Lebih dari itu, jaringan tersebut bisa berdampak pada peluang ke akses teknologi dan peningkatan kredibilitas. 

7. Gunakan Teknologi 

Untuk meningkatkan competitive advantage, langkah lain yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi modern. Teknologi modern bisa membantu perusahaan menciptakan kegiatan operasional yang lebih efektif. 

Sebab, nantinya teknologi dapat digunakan untuk mengotomatisasi berbagai proses, memperlancar komunikasi baik di dalam maupun di luar perusahaan, serta meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. 

Selain itu, pemanfaatan analisis data memungkinkan bisnis memperoleh wawasan penting untuk pengambilan keputusan. Agar manfaatnya maksimal, perusahaan perlu terus mengikuti perkembangan teknologi terbaru. 

8. Kelola Resiko dengan Baik 

Tidak ada bisnis yang bebas sepenuhnya dari resiko. Oleh karena itu, agar keunggulan kompetitif bisa meningkat, kamu juga harus bersiap-siap untuk mengelola resiko tersebut supaya bisnis tidak collapse. 

Ada banyak metode pengelolaan resiko yang bisa perusahaan terapkan, yaitu risk assessment sampai ke SWOT analysis. 

9. Buat Pembeda atau Diferensiasi 

Penting untuk senantiasa menciptakan pembeda yang jelas dari produk atau jasa yang kamu tawarkan daripada pesaing. Pembeda ini bisa berupa fitur yang lebih unggul, kualitas, maupun harga. 

Karena tanpa pembeda, sulit perusahaan mempertahankan bahkan meningkatkan competitive advantage yang dimiliki. Selain itu, pembeda tersebut juga bermanfaat untuk senantiasa memperkuat nilai dan reputasi perusahaan dimata konsumen. 

10. Lakukan Evaluasi dan Analisa secara Berkelanjutan 

Terakhir, pastikan kamu selalu memantau kinerja perusahaan secara berkala dan berkelanjutan. Ini bertujuan untuk melihat apakah competitive advantage yang perusahaan miliki masih relevan atau sudah bisa disaingi oleh pesaing. 

Selain itu, analisa competitive advantage juga sangat berperan penting untuk membantu menentukan arah strategi yang lebih tepat. Dari hasil analisis tersebut, perusahaan bisa mengambil keputusan dengan lebih efektif. 

Mulai dari keputusan pemasaran, identifikasi tren pasar, sampai ke penentuan tolak ukur kinerja perusahaan. Dengan begitu, bisnis memiliki peluang lebih besar untuk mencapai keunggulan bersaing dan menyasar target pasar secara lebih akurat.

Tunjang Kegiatan Operasional dengan Sistem yang Efektif 

Pada akhirnya competitive advantage memang menjadi salah satu kunci penting agar perusahaan bisa memenangkan persaingan pasar. Agar keunggulan tersebut bisa tercapai, kamu pun harus mengelola bisnis secara efisien dan terintegrasi.

Untuk membantu mewujudkan sistem tersebut, Rekan.ai bisa menjadi solusi terbaik. Rekan.ai adalah software ERP yang dapat mengintegrasikan kegiatan operasional, penjualan, dan hubungan ke pelanggan dalam satu dashboard. 

Di dalam Rekan.ai juga diperkaya beberapa fitur seperti RekanBooks, ChatOne, dan RekanCRM. Di RekanBooks, kamu dapat memanfaatkan aplikasi POS yang fleksibel untuk mengelola transaksi, stok, dan laporan keuangan secara lebih efisien.

Kemudian ChatOne, merupakan platform CRM omnichannel berbasis AI membantu bisnis mengelola komunikasi pelanggan dari berbagai kanal dalam satu dashboard. Dengan layanan pelanggan yang efektif, kepuasan pelanggan pun meningkat pesat.

Inilah yang nantinya bisa menjadi competitive advantage yang tidak dimiliki perusahaan lain. Terakhir, ada RekanCRM yang memungkinkan kamu mengelola pelanggan, prospek, dan retensi dengan jauh lebih efisien. 

Berbagai fitur yang ada di dalam Rekan.ai juga menggunakan basis cloud sehingga aksesnya sangat mudah dan fleksibel. Selain itu, data juga akan selalu tersinkronisasi secara real-time, sehingga kolaborasi antar divisi bisa makin lancar. 

Dengan solusi yang terintegrasi dari Rekan.ai, memiliki competitive advantage yang stabil dan berkelanjutan, bisa makin mudah untuk kamu wujudkan. Yuk, hubungi tim Rekan.ai sekarang juga!

FAQ 

1. Bagaimana cara menciptakan keunggulan kompetitif?

Dengan melakukan riset pasar, mengidentifikasi pelanggan, menentukan pendekatan yang tepat, dan melakukan evaluasi. 

2. Apa saja 3C dari keunggulan kompetitif?

3C adalah Customers (pelanggan), Competitors (pesaing), dan Company (perusahaan). 

3. Apa 4 kriteria keunggulan kompetitif?

Kriteria tersebut adalah ketidakmampuan untuk ditiru, tidak mampu diganti, nilai, serta kelangkaan. 

Populer Posts