trial balance

Trial Balance: 4 Peran Utama, Jenis, dan Cara Menyusunnya!

Dalam proses pencatatan keuangan, banyak orang langsung fokus ke laporan laba rugi atau neraca tanpa sempat memastikan apakah angka-angka dasarnya sudah rapi. Padahal, ada tahapan trial balance yang jadi langkah penting untuk alat pengecekan awal. 

Melalui laporan ini, kamu bisa melihat apakah pencatatan transaksi sudah berjalan seimbang secara angka.

Trial Balance membantu kamu merangkum seluruh saldo akun dalam satu tampilan sederhana, sehingga kesalahan hitung bisa terdeteksi lebih cepat sebelum merembet ke laporan keuangan. 

Dari sinilah proses akuntansi mulai terasa lebih terkendali, karena setiap angka yang dipakai sudah melewati tahap pengecekan dasar yang jelas dan terstruktur.

Ingin tahu lebih lengkap? Bisa kamu cek di sini. 

Baca Juga: Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan Bisnis, Apa Saja?

Apa Itu Trial Balance?

Jadi, Trial Balance merupakan daftar saldo seluruh akun yang ada dalam buku besar dan disusun pada satu titik waktu tertentu, misalnya akhir bulan, akhir kuartal, atau akhir tahun. 

Lewat daftar ini, kamu bisa melihat posisi saldo setiap akun, apakah berada pada sisi debit atau kredit. 

Tujuan utamanya sederhana tapi krusial, yaitu memastikan total debit dan total kredit menunjukkan angka yang sama sebagai bentuk pengecekan awal pembukuan.

Dalam sistem akuntansi berpasangan atau double entry system, setiap transaksi selalu melibatkan dua sisi pencatatan. 

Saat satu akun menerima debit, akun lain akan menerima kredit dengan nilai yang sama. 

Karena pola ini berjalan konsisten, Trial Balance hadir sebagai langkah logis setelah kamu memposting seluruh transaksi ke buku besar. 

Lewat laporan ini, kamu bisa memastikan proses pencatatan berjalan sesuai logika dasar akuntansi.

Banyak pelaku usaha, terutama yang baru mulai, sering melewatkan Trial Balance karena merasa langsung bisa membuat laporan laba rugi atau neraca. 

Padahal, Trial Balance berfungsi sebagai jembatan penting sebelum masuk ke laporan keuangan. Tanpa pengecekan ini, risiko membawa kesalahan ke laporan berikutnya akan jauh lebih besar.

Dengan begini, trial balance artinya juga akan membantu kamu melihat gambaran ringkas kondisi akun tanpa harus membuka buku besar satu per satu. 

Dalam satu tabel, kamu bisa mengetahui akun mana yang aktif, akun mana yang saldonya besar, dan akun mana yang perlu perhatian lebih lanjut sebelum laporan keuangan tersusun.

4 Fungsi Utama dari Trial Balance

Sudah paham artinya? Jika sudah, penting juga kamu paham mengenai fungsi dari  trial balance dalam Akuntansi. Berikut ini fungsi lengkapnya: 

1. Pengecekan Total Debit dan Kredit

Pertama, Trial Balance membantu mengecek apakah total debit dan total kredit menunjukkan angka yang sama. 

Ini menjadi titik kontrol paling dasar namun sangat penting, karena selisih kecil saja bisa mengacaukan laporan keuangan selanjutnya.

2. Mengetahui Kesalahan Hitung Lebih Awal

Selain itu, trial balance juga membantu kamu menemukan kesalahan hitung lebih awal. 

Saat jumlah debit dan kredit tidak seimbang, kamu bisa langsung menelusuri sumber masalah tanpa harus membongkar laporan keuangan yang lebih kompleks.

3. Penyusunan Laporan Keuangan

Kemudian, Trial Balance berperan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan. Laporan laba rugi, neraca, serta laporan perubahan modal membutuhkan data saldo akun yang sudah rapi dan terverifikasi. Trial Balance menyediakan itu semua dalam bentuk ringkas.

4. Ringkasan Saldo Akun Periode Tertentu

Kamu pun bisa melihat ringkasan saldo akun untuk periode tertentu. Lewat ringkasan ini, kamu bisa membaca arah keuangan usaha secara cepat, terutama saat membandingkan antar periode.

Walau memiliki fungsi penting, Trial Balance tetap punya keterbatasan. Laporan ini tidak mampu mendeteksi kesalahan yang bersifat non-matematis. 

Jadi, kesalahan pencatatan akun, kesalahan nominal yang tetap seimbang, atau transaksi yang hilang sepenuhnya tetap bisa lolos. 

Karena itu, kamu perlu memandang Trial Balance sebagai alat kontrol awal, bukan sebagai jaminan mutlak keakuratan pembukuan.

Baca Juga: Apa itu Arus Kas? Kenali Manfaat dan Strategi Pengelolaannya

Jenis-Jenis Trial Balance

trial balance

Dalam trial balance accounting, ada tiga jenis utama. Pembagian ini mengikuti tahapan dalam siklus akuntansi, sehingga setiap jenis punya fungsi dan waktu penggunaan yang berbeda:

1. Unadjusted Trial Balance (Trial Balance Sebelum Penyesuaian)

Unadjusted Trial Balance merupakan Trial Balance versi awal yang kamu susun setelah seluruh transaksi tercatat dan masuk ke buku besar. 

Pada tahap ini, kamu belum memasukkan jurnal penyesuaian apa pun, baik itu penyusutan, beban dibayar di muka, maupun pendapatan yang masih harus diterima.

Trial Balance jenis ini berfungsi sebagai pengecekan pertama. Saat total debit dan kredit tidak seimbang, maka kamu bisa langsung menyimpulkan adanya kesalahan pencatatan. 

Kesalahan ini bisa berupa salah jumlah, salah posting, atau bahkan kesalahan penempatan akun.

Bagi usaha kecil dan menengah, Unadjusted Trial Balance sering menjadi alarm awal sebelum masuk tahap penyesuaian. 

Dengan laporan ini, kamu bisa memastikan fondasi pencatatan sudah cukup rapi sebelum melangkah lebih jauh.

2. Adjusted Trial Balance (Trial Balance Setelah Penyesuaian)

Setelah kamu menyusun jurnal penyesuaian, kamu perlu membuat Trial Balance kembali. 

Inilah yang disebut Adjusted Trial Balance. Pada tahap ini, seluruh akun sudah mencerminkan kondisi keuangan yang lebih realistis untuk periode berjalan.

Penyesuaian biasanya berkaitan dengan konsep akrual. 

Contohnya, beban yang sudah terjadi tapi belum dibayar, pendapatan yang sudah menjadi hak usaha tapi belum diterima, atau penyusutan aset tetap. Semua penyesuaian ini akan memengaruhi saldo akun.

Adjusted Trial Balance menjadi bahan utama penyusunan laporan keuangan. Jika laporan ini sudah seimbang dan masuk akal secara logika bisnis, kamu bisa melangkah ke laporan laba rugi dan neraca dengan lebih percaya diri.

3. Post-Closing Trial Balance (Trial Balance Penutup)

Terakhir, ada Post-Closing Trial Balance. Di sini, akun sementara seperti pendapatan dan beban sudah tertutup dan saldonya berpindah ke akun modal.

Hasilnya adalah daftar akun permanen saja, seperti aset, kewajiban, dan ekuitas. Trial Balance jenis ini memastikan akun sementara benar-benar kosong dan siap menyambut periode akuntansi berikutnya.

Bagi usaha yang ingin pembukuan rapi dari periode ke periode, maka Post-Closing Trial Balance sangat membantu. 

Laporan ini memberi kepastian bahwa saldo awal periode baru benar-benar bersih dan tidak membawa sisa transaksi lama.

Baca Juga: 10 Kesalahan Bisnis Pemula yang Fatal Bisa Bikin Gulung Tikar!

Cara Membuat Trial Balance

Menyusun Trial Balance tidak serumit yang kamu bayangkan. Selama kamu mencatat transaksi secara konsisten, prosesnya bisa berjalan cukup sistematis.

1. Kumpulkan Semua Akun dari Buku Besar

Langkah pertama, kamu perlu mengumpulkan seluruh akun yang ada dalam buku besar. Pastikan tidak ada akun yang terlewat, baik akun aset, kewajiban, modal, pendapatan, maupun beban.

2. Hitung Saldo Akhir Masing-Masing Akun

Setelah semua akun terkumpul, kamu perlu menghitung saldo akhir setiap akun. Saldo ini berasal dari seluruh transaksi yang terjadi selama periode berjalan.

Kamu bisa menghitungnya secara manual atau menggunakan software akuntansi, tergantung skala usaha. Yang terpenting, angka saldo benar-benar mencerminkan aktivitas akun tersebut.

3. Buat Lembar Kerja Trial Balance

Selanjutnya, kamu perlu menyiapkan format Trial Balance. Umumnya, format ini memuat kolom nomor akun, nama akun, debit, dan kredit.

4. Masukkan Saldo Akun ke Kolom yang Tepat

trial balance

Setiap akun hanya boleh muncul pada satu sisi, debit atau kredit. Akun aset dan beban biasanya berada pada sisi debit, sementara kewajiban, modal, dan pendapatan berada pada sisi kredit.

5. Jumlahkan Kolom Debit dan Kredit

Setelah seluruh saldo masuk, kamu perlu menjumlahkan kolom debit dan kolom kredit. Jika kedua total menunjukkan angka yang sama, maka Trial Balance berada pada kondisi seimbang.

6. Temukan dan Koreksi Kesalahan Jika Tidak Seimbang

Jika total tidak seimbang, maka kamu perlu menelusuri kesalahan. Penyebab umum meliputi salah hitung, salah posting, atau entri ganda.

Contoh Trial Balance

Agar lebih mudah kamu pahami, berikut contoh sederhana Trial Balance dengan angka ilustratif:

Akun Debit Kredit
Kas Rp10.000.000
Piutang Usaha Rp7.500.000
Perlengkapan Rp1.200.000
Utang Usaha Rp8.000.000
Modal Rp7.000.000
Pendapatan Rp4.700.000
Beban Gaji Rp4.000.000
Total Rp22.700.000 Rp22.700.000

Contoh ini memang sederhana, tapi setidaknya menunjukkan bagaimana seluruh akun memiliki angka di salah satu sisinya dan total keseluruhan seimbang. 

Mau Kelola Trial Balance Tanpa Ribet? Pakai Sistem Pembukuan Aja!

Kalau kamu sudah paham pentingnya Trial Balance sebagai fondasi laporan keuangan, langkah berikutnya tinggal pakai sistem yang membantu pencatatan tetap konsisten sejak transaksi pertama. 

RekanBooks hadir sebagai solusi kasir dan pembukuan yang memudahkan kamu mencatat penjualan, beban, hingga laporan keuangan tanpa harus bolak-balik koreksi angka. 

Semua transaksi langsung tersusun rapi, sehingga proses cek Trial Balance jadi lebih cepat dan minim kesalahan. 

Mulai kelola bisnis dengan lebih tenang dan terukur lewat Aplikasi POS RekanBooks. Coba sekarang dan rasakan bedanya dalam 30 hari pertama!

Populer Posts