Bagi pemilik bisnis, apa itu repeat order telah menjadi istilah yang identik dengan pertumbuhan penjualan secara berkelanjutan. Kondisi ini mencerminkan hubungan antara brand dan pelanggan yang tidak berhenti hanya pada satu kali transaksi saja.
Bayangkan jika setiap pelanggan hanya berbelanja satu kali pada toko kamu. Coba hitung berapa banyak pelanggan baru yang dibutuhkan untuk memastikan pemasukan toko tetap berjalan.
Maka dari itu, pelanggan sebelumnya perlu kamu arahkan untuk melakukan pembelian kedua, ketiga, dan seterusnya.
Hal ini penting demi membangun pondasi bisnis yang kokoh agar tetap bisa bertahan di tengah persaingan bisnis yang sengit.
Mengenal Apa Itu Repeat Order
Apa itu repeat order bisa kamu pahami sebagai kondisi ketika pelanggan yang sebelumnya pernah melakukan pembelian kembali melakukan transaksi di bisnis yang sama.
Keputusan untuk membeli ulang ini biasanya disebabkan oleh faktor pengalaman positif yang pelanggan rasakan, baik dari segi pelayanan maupun kualitas produk.
Ketika merasa kebutuhannya terpenuhi, pelanggan cenderung akan kembali datang ke toko yang sama tanpa mencari alternatif lain.
Pasalnya, pilihan alternatif itu baru muncul ketika ada suatu hal yang membuat pelanggan kurang sreg, baik dari segi harga, pelayanan, maupun komunikasi. Makanya, mereka mencari opsi terbaik lain untuk memenuhi kekurangan tersebut.
Supaya bisnis kamu tidak sampai menjadi opsi yang ditinggalkan, penting bagi bisnis untuk memberikan pengalaman yang memuaskan guna membentuk loyalitas pelanggan.
Sebab, pola perilaku pelanggan yang melakukan repeat order juga berbeda daripada pelanggan baru. Mereka sudah familiar dengan brand serta alur pemesanan sehingga proses pembelian ulang berlangsung lebih cepat dan efisien.
Adapun contoh repeat order yaitu ketika pelanggan rutin membeli kopi dari merek A setiap tiga hari sekali karena cocok dengan rasanya. Sederhananya, mereka tidak berhenti berkunjung pada kesempatan pertama kali.
Mengapa Repeat Order Menjadi Sinyal Positif bagi Bisnis?
Arti repeat order lebih dari sekadar angka penjualan yang bertambah karena pembelian berulang, tetapi turut mencerminkan kualitas hubungan antara bisnis dan pelanggan.
Berikut beberapa alasan utama mengapa repeat order menjadi sinyal positif bagi bisnis yang sedang berkembang.
1. Menandakan Kepuasan Pelanggan
Pola pembelian berulang menunjukkan pelanggan merasa puas dengan pengalaman yang mereka dapatkan.
Kepuasan ini bisa tercapai berkat kualitas produk yang terjaga, layanan responsif, kemudahan belanja, dan harga terjangkau.
Selain itu, pelanggan yang sudah puas cenderung mampu mentoleransi bila suatu saat terjadi masalah kecil. Misalnya, pelanggan memesan paket A, tetapi yang datang adalah paket B.
Mereka tidak akan langsung berpindah ke kompetitor karena telah mengantongi kepercayaan terhadap brand. Hal ini memberikan ruang bagi bisnis untuk terus memperbaiki layanan tanpa kehilangan pelanggan.
2. Menghemat Budget Pemasaran
Memancing pelanggan baru umumnya membutuhkan biaya pemasaran yang tidak sedikit.
Mulai dari iklan berbayar, kerja sama influencer, hingga pemberian diskon besar, semuanya memerlukan anggaran khusus untuk menarik pelanggan.
Sebaliknya, pelanggan lama yang melakukan repeat order memiliki biaya akuisisi yang jauh lebih rendah.
Mereka kembali membeli karena sudah memiliki pengalaman positif sebelumnya, sehingga keputusan pembelian tidak lagi bergantung pada promosi agresif.
Dengan meningkatnya pola pembelian berulang ini, kamu bisa menghemat budget pemasaran dan mengalokasikannya untuk pengembangan produk atau area strategis lainnya.
Baca Juga: Customer Acquisition Cost: Pengertian dan Cara Menghitungnya
3. Media Promosi Gratis
Berikutnya, repeat order artinya juga bisa menjadi sarana promosi gratis dari para pelanggan yang merasa puas dengan produk kamu.
Tanpa dipaksa, mereka secara organik membagikan pengalaman positif ke orang lain, baik mulut ke mulut atau platform digital.
Ketika rekomendasi datang dari orang yang sudah mencoba produk, calon pelanggan bisa lebih yakin untuk mencoba.
Strategi Jitu Meningkatkan Peluang Repeat Order

Repeat order bukan terjadi murni karena kebetulan. Peluang ini bisa tercipta berkat strategi yang konsisten dan berorientasi pada pengalaman pelanggan. Berikut beberapa strategi untuk mendorong pembelian berulang.
1. Memberikan First Impression yang Berkesan
First impression selalu menjadi faktor utama yang menentukan kembali tidaknya seorang pelanggan.
Pastikan kamu menciptakan pengalaman belanja yang berkesan dengan cara menjaga komunikasi dengan pelanggan, menyederhanakan proses pemesanan, memperbaiki tampilan toko, dan cepat tanggap ketika ada kendala.
Berbagai hal tersebut dapat membangun rasa percaya pelanggan sehingga mereka dapat mengingat brand secara positif.
2. Mengirim Pesanan Tepat Waktu
Menunggu bukanlah hal yang mudah, sehingga kamu tidak boleh sampai membuat pelanggan kecewa dengan pengiriman pesanan yang terlambat atau melampaui estimasi.
Hal itu hanya akan meninggalkan kesan kurang profesional sehingga pelanggan enggan melakukan pembelian ulang.
Jaga komitmen waktu pengiriman untuk menunjukkan bisnismu menghargai waktu pelanggan.
Jika perlu, berikan kompensasi khusus apabila pemesanan terkirim melebihi estimasi.
3. Mengumpulkan dan Menganalisis Data Pelanggan
Informasi seperti riwayat pembelian, preferensi produk, dan kebiasaan transaksi dapat membantu kamu memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam.
Setelah mengumpulkan data pelanggan tersebut, lakukan analisis agar bisa memetakan strategi pemasaran yang lebih relevan dan tepat sasaran.
Selain itu, menganalisis data pelanggan juga memungkinkan kamu memberikan penawaran yang lebih personal, sehingga mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian.
Baca Juga: Community Marketing: Arti, Manfaat, Jenis dan Strateginya
4. Membuat Program Loyalitas

Apa itu repeat order tanpa memberikan alasan bagi pelanggan untuk kembali? Program loyalitas hadir sebagai strategi untuk menjawab kebutuhan tersebut. Kamu bisa menawarkan poin, diskon, cashback, atau reward tertentu bagi pelanggan setia.
Misalnya, setiap satu kali belanja pelanggan akan mendapatkan 1 poin. Setelah terkumpul 5 poin, pelanggan bisa menukarnya dengan item gratis. Ini adalah sistem loyalitas yang sering bisnis-bisnis pakai untuk menarik pelanggan kembali.
5. Menjaga Kualitas Produk
Selain meningkatkan pelayanan, menjaga kualitas produk juga sama pentingnya untuk mendorong pelanggan melakukan pembelian ulang. Pasalnya, kualitas produk yang tidak konsisten bisa membuat kepercayaan pelanggan menurun terhadap brand.
Mereka tentunya mengharapkan pengalaman yang sama atau bahkan lebih baik dari pembelian sebelumnya.
Itulah mengapa kualitas produk yang konsisten meningkatkan kepercayaan diri pelanggan saat membeli ulang karena sudah tahu apa yang akan didapatkan.
6. Menanggapi Komplain dengan Baik
Jangan mengira komplain adalah tanda negatif pada bisnis. Sebaliknya, komplain bisa menjadi sarana untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih baik lagi, atau bahkan menarik pelanggan untuk bertransaksi ulang.
Kuncinya terletak dari cara kamu menanggapi komplain. Pelanggan yang menyampaikan keluhan sebenarnya masih memberi kesempatan bagi bisnis untuk memperbaiki kesalahan.
Maka dari itu, perlu respon yang tidak hanya cepat, melainkan juga sopan dan solutif untuk meninggalkan kesan positif.
Pelanggan yang merasa dihargai cenderung akan memberi kesempatan kedua setelah komplainnya diatasi.
7. Menyediakan Kanal Komunikasi
Komunikasi yang lancar termasuk salah satu cara untuk memanggil pelanggan datang kembali di masa depan.
Karena itu, kamu perlu menyediakan kanal komunikasi sebagai media untuk berinteraksi seperti email atau media sosial.
Melalui kanal komunikasi ini, jangan lupa untuk terus aktif membuat konten, baik informatif, edukasi, maupun promosi.
Hal ini mendorong pelanggan untuk terus mengetahui informasi terbaru dari bisnis.
Baca Juga: Omnichannel Marketing: Arti, Elemen, dan Contohnya
Tingkatkan Peluang Repeat Order dengan Implementasi Sistem ERP
Setelah memahami apa itu repeat order mulai dari definisi hingga strategi, kamu tentu menyadari alasan mengapa pelanggan terus kembali adalah ketika bisnis berhasil memberikan pengalaman yang memuaskan.
Untuk mencapai hal tersebut, bisnis memerlukan sistem yang mampu mengelola data, stok, pesanan, dan manajemen hubungan pelanggan secara terintegrasi agar operasional bisnis lebih efisien.
Melalui sistem ERP dari Rekan.ai, kamu dapat memantau operasional secara real time mulai dari inventori, CRM, dan manajemen SDM dalam satu platform.
Kemudahan ini memungkinkan kamu untuk mengarahkan sumber daya yang sebelumnya mengerjakan tugas berulang ke ranah yang lebih strategis.
Selain itu, solusi ERP dari Rekan.ai juga menawarkan laporan usaha lengkap untuk menganalisis pola pembelian pelanggan serta platform CRM omnichannel guna menjaga hubungan dengan pelanggan. Konsultasikan sekarang!
FAQ
Faktor apa saja yang menghambat repeat order?
Pelayanan yang lambat, komunikasi kurang responsif, harga terlalu mahal, dan kualitas produk yang tidak konsisten.
Bagaimana cara menjaga komunikasi dengan pelanggan?
Pastikan pendekatan yang dilakukan tidak bersifat agresif atau memaksa, melainkan softselling supaya pelanggan tertarik untuk kembali.
Apakah sistem ERP dapat membantu meningkatkan repeat order?
Ya, sistem ERP membantu bisnis mengelola operasional secara terintegrasi sehingga dapat meningkatkan pengalaman pelanggan menjadi lebih baik.
Reskia Ekasari, S.E. merupakan profesional di bidang keuangan dengan pengalaman lebih dari empat tahun dalam analisis finansial dan strategi pemasaran digital. Lulusan Akuntansi Universitas Sriwijaya ini dikenal karena kemampuannya mengintegrasikan data, efisiensi keuangan, dan digital marketing untuk mendorong pertumbuhan bisnis.