customer acquisition cost

Customer Acquisition Cost: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Mengetahui cara menghitung Customer Acquisition Cost (CAC) termasuk hal yang wajib bagi setiap pengusaha.

Pasalnya, CAC merupakan indikator krusial untuk mengevaluasi efisiensi strategi pemasaran yang bisnis terapkan. Indikator ini kerap menjadi tolok ukur bisnis modern mengenai kesuksesan pemasaran mereka.

Selain menunjukkan performa, CAC juga bermanfaat dalam pembuatan keputusan untuk masa mendatang. Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai pengertian dan cara hitung CAC.

Apa itu Customer Acquisition Cost?

Customer Acquisition Cost (CAC) merujuk pada total biaya yang bisnis keluarkan untuk mendapatkan satu pelanggan baru. 

Dengan kata lain, CAC merupakan investasi finansial yang diperlukan untuk mengubah prospek menjadi pelanggan yang melakukan pembelian. 

CAC termasuk metric bisnis utama yang berfungsi membantu bisnis menghitung besar anggaran untuk memperluas basis pelanggan. 

CAC juga bisa digunakan untuk menghitung biaya untuk menghasilkan lead dan subscriber baru.

Penghitungan CAC melibatkan pengeluaran untuk pemasaran, biaya iklan, upah tim penjualan, dan pengeluaran lain yang terkait.

Dengan memantau metrik CAC, bisnis bisa memahami efisiensi pemasaran. Selain itu, bisnis dapat menyesuaikan strategi untuk menghemat pengeluaran.

Baca Juga: Fixed Cost: Arti, Jenis-Jenis, Contoh, dan 4 Langkah Menghitungnya

Pentingnya Memantau Customer Acquisition Cost

Mengevaluasi metric CAC dapat memberikan berbagai manfaat penting bagi bisnis, yaitu:

1. Efisiensi Alokasi Sumber Daya

Peran CAC yang pertama yaitu memungkinkan bisnis untuk mengevaluasi efektivitas dari investasi pemasaran dan penjualan. 

Dengan memantau metrik ini, maka bisnis bisa memastikan sumber daya digunakan secara efisien.

2. Profitabilitas Bisnis Jangka Panjang

Memahami CAC juga berperan penting untuk membuat estimasi profitabilitas pelanggan dalam jangka panjang. 

Hal ini tentunya memberikan lebih banyak manfaat daripada sebatas menganalisa transaksi pelanggan secara individual.

3. Membantu Membuat Keputusan Strategis

Customer Acquisition Cost data juga bermanfaat untuk memfasilitasi pembuatan keputusan yang strategis. 

Metrik ini membantu mengidentifikasi kanal pemasaran dan penjualan mana yang paling efektif untuk menarik pelanggan.

Cara Menghitung Customer Acquisition Cost

Penghitungan CAC meliputi seluruh pengeluaran terkait pemasaran dan penjualan selama periode tertentu, yang kemudian dibagi dengan jumlah pelanggan baru yang didapatkan.

Berikut rumus untuk menentukan besar CAC bisnis:

CAC = (Total Pengeluaran Pemasaran dan Penjualan) (Jumlah Pelanggan Baru)

Sebagai contoh, bisnis UMKM mengeluarkan biaya sebesar Rp50 juta untuk upah pekerja, iklan, dan penggunaan tools campaign selama satu bulan. Sementara itu, jumlah pelanggan baru yang mereka dapatkan mencapai 500 orang. 

Maka penghitungan CAC bisnis tersebut adalah: Rp50 juta 500 = Rp100 ribu per pelanggan.

Tahapan Menghitung Customer Acquisition Cost 

Sebelum menggunakan Customer Acquisition Cost rumus, kamu perlu mengumpulkan beberapa data berikut:

1. Menentukan Periode Waktu

Hal pertama yang perlu kamu lakukan yaitu menentukan periode untuk menghitung CAC. Periode ini biasanya berupa bulanan, tiga bulan, atau satu tahun. Penentuan periode bisa menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan kondisi pasar.

2. Identifikasi Biaya Pemasaran dan Penjualan

Langkah kedua adalah menghitung total biaya yang bisnis keluarkan terkait aktivitas pemasaran dan penjualan selama periode yang ditentukan. 

Total pengeluaran yang perlu kamu hitung meliputi upah pekerja, biaya iklan, software, tool marketing, pengadaan event, dan berbagai kegiatan lain terkait pemasaran.

3. Cari Tahu Jumlah Pelanggan Baru

customer acquisition cost

Setelah mendapatkan total pengeluaran, kamu perlu mencari tahu jumlah pasti pelanggan baru yang bisnis dapatkan selama periode tersebut.

Pelanggan baru dalam penghitungan CAC merujuk pada pelanggan yang tertarik melakukan transaksi berkat strategi marketing dan penjualan.

4. Gunakan Rumus CAC

Terakhir, gunakan rumus CAC dengan memasukkan total biaya pemasaran dan penjualan, serta jumlah pelanggan baru.

Baca Juga: Competitive Advantage: Pengertian, Jenis, dan Cara Meningkatkannya

Cara Menentukan CAC yang Bagus

Besar nilai CAC bisa sangat bervariasi pada setiap bisnis. Nilai CAC terutama tergantung pada karakteristik bisnis, industri, dan skala bisnis. 

Bisnis rintisan dan perusahaan dalam sektor industri yang kompetitif cenderung memiliki nilai CAC yang lebih tinggi karena investasi pemasaran awal lebih besar. 

Sedangkan bisnis yang sudah mapan, nilai CAC-nya lebih rendah karena tidak perlu banyak pengeluaran untuk pemasaran. Pasalnya, brand sudah terkenal dan memiliki basis pelanggan setia.

Salah satu cara umum untuk menentukan apakah CAC bagus atau tidak adalah dengan membandingkan dengan CLV (Customer Lifetime Value).

CLV merupakan penghitungan total penjualan yang berpotensi bisnis dapatkan dari satu pelanggan. Penghitungannya berdasarkan rumus berikut:

CLV = (Rata-rata pendapatan dari setiap pelanggan) x (Lama retensi)

Rasio yang sehat antara CAC dan CLV adalah saat biaya akuisisi tidak lebih tinggi daripada nilai pendapatan yang setiap pelanggan berikan.

Apabila nilai CLV lebih tinggi secara signifikan, maka artinya situasi keuangan bisnis aman untuk melakukan investasi lebih dalam rangka ekspansi.

Tips untuk Mengoptimalkan Customer Acquisition Cost 

Mengoptimalkan CAC berperan besar untuk mendorong pertumbuhan bisnis menuju kesuksesan. Berikut beberapa strategi optimasi CAC yang bisa kamu terapkan:

1. Perbaiki Target dan Segmentasi Pasar

Menargetkan pelanggan yang tepat memegang peran krusial dalam kesuksesan pemasaran. 

Bisnis perlu menyasar audiens dan pelanggan yang membutuhkan produk atau layanan supaya strategi pemasaran efektif.

Untuk mencapainya, kamu perlu segmentasi pasar berbasis data, contohnya dengan memahami demografi, preferensi, dan perilaku target. 

2. Meningkatkan Retensi Pelanggan

Meskipun CAC merujuk pada pengeluaran untuk mendapatkan pelanggan baru, bukan berarti pelanggan lama boleh diabaikan. 

Pasalnya, pelanggan yang sudah ada merupakan sumber pendapatan yang jelas. Setiap pendapatan dari pelanggan lama membantu menutup biaya akuisisi. 

Selain itu, semakin banyak basis pelanggan, artinya CAC yang harus bisnis keluarkan juga lebih rendah. 

Maka sudah jelas bahwa bisnis perlu melakukan upaya untuk mempertahankan pelanggan, seperti memberi penawaran khusus.

3. Meningkatkan Konversi

Tips selanjutnya untuk mengoptimalkan Customer Acquisition Cost adalah meningkatkan konversi.

Konversi merujuk pada angka lead yang mengarah ke pembelian produk atau penggunaan layanan yang bisnis tawarkan. Semakin tinggi nilai konversi, berarti makin tinggi jumlah pelanggan yang bisnis dapatkan.

Untuk mencapainya, kamu bisa memfokuskan strategi pemasaran pada kanal yang efektif. Sebagai contoh mengoptimalkan konten website dan media sosial dengan menambahkan CTA (Call to Action).

4. Gunakan Otomatisasi Pemasaran dan Penjualan

Tools otomatisasi menawarkan solusi untuk meningkatkan efisiensi dalam proses akuisisi pelanggan baru. 

Pemanfaatan tools ini juga dapat membantu menghemat total pengeluaran untuk pemasaran dan penjualan.

Integrasi tool yang berkualitas bagus juga dapat membantu meningkatkan kepuasan pelanggan. Adapun contoh tool otomatisasi yang banyak digunakan bisnis yaitu CRM dan ERP. 

Baca Juga: Mengapa ERP untuk UMKM Penting? Ini 7 Manfaat Besarnya

Solusi Otomatisasi Bisnis Berbasis AI

Penerapan teknologi otomatisasi juga bisa membantu penghitungan  Customer Acquisition Cost lebih mudah. 

Hal ini berkat fitur analitik data yang memudahkan bisnis untuk memantau berbagai indikator penting.

Rekan.ai menghadirkan solusi otomatisasi dalam sistem ERP terbaru dengan dukungan teknologi AI. Basis teknologi AI menghasilkan sistem cerdas yang mampu mendukung efisiensi operasional sekaligus mendorong kesuksesan pemasaran.

Yuk, dapatkan sekarang juga sistem ERP berbasis AI untuk bisnismu.

Populer Posts