Kolaborasi digital memanfaatkan teknologi untuk bekerja sama lintas lokasi bahkan waktu. Berbagai contoh kolaborasi digital pun semakin meningkat di era model kerja work from home atau hybrid.
Namun, penerapannya tidak hanya pada bidang bisnis saja tapi juga untuk menunjang pendidikan di sekolah. Masih banyak sekolah-sekolah atau tempat kursus yang mengandalkan kolaborasi digital dalam prosesnya.
Seperti apa contoh dan bagaimana pelaksanaan kolaborasi digital ini bisa lebih sukses? Simak dulu contoh serta tips untuk menerapkannya ini.
10 Contoh Kolaborasi Digital di Banyak Bidang
Pengertian kolaborasi digital sendiri merupakan kerja sama antar anggota tim yang efektif serta efisien melalui lokasi berbeda.
Kolaborasi dapat berlangsung berkat teknologi komunikasi virtual yang banyak tersedia.
Ada berbagai alat yang menjadi penunjang, seperti email, platform telekonferensi, hingga pesan instan.
Dalam penerapannya, beberapa contoh berikut inilah yang saat ini masih terus berlangsung:
1. Menerapkan Kelas Online
Dalam dunia pendidikan, seperti home schooling, kelas online menjadi kunci utama berlangsungnya sekolah.
Kelas ini terlaksana berkat penggunaan platform seperti video conference, sehingga murid bisa bertatap muka dengan guru.
Kelas online sendiri semakin marak pada era Covid-19, yang mana mau tidak mau setiap sekolah melaksanakan pembelajaran dari rumah. Seluruh tugas, kelas, bahkan kerja kelompok mengandalkan platform online.
Baca Juga: Marketing Automation: Arti, Jenis, dan Contoh Penerapannya
2. Pengerjaan Tugas Kelompok dengan Cloud
Selain kelas online, contoh kolaborasi digital yang sampai saat ini masih terus berlangsung adalah tugas kelompok yang mengandalkan cloud.
Banyak mahasiswa yang menggunakan cloud untuk menyimpan data agar dapat diakses antar anggota tim.
Dari data-data ini, pengerjaan tugas kelompok jadi lebih efisien tanpa harus bertatap muka langsung dan menyesuaikan jadwal.
3. Diskusi Edukasi secara Online
Ada juga contoh kolaborasi digital di sekolah berupa diskusi melalui platform video conference atau telekonferensi. Dengan platform yang bisa menjangkau puluhan pengguna, diskusi dapat berjalan langsung.
Layaknya konferensi konvensional, bedanya seluruh peserta hadir secara virtual. Informasi tetap tersampaikan dan diskusi bisa berjalan dengan normal.
4. Menggunakan Aplikasi Akademik antar Guru
Bukan hanya kalangan antar murid atau guru ke murid, kolaborasi digital juga berlangsung untuk internal guru. Berbagai platform memudahkan guru untuk mengakses data murid hingga membuat kurikulum.
Platform ini juga membantu antar guru untuk memberikan nilai sesuai mata pelajaran yang diampu. Dengan platform ini pula, kinerja guru jadi lebih praktis tanpa harus banyak print kertas.
Baca Juga: Customer Engagement: Arti, Indikator, dan Cara Menghitungnya
5. Meeting Rutin secara Online
Layaknya kelas online, dalam dunia bisnis, meeting rutin menjadi agenda yang tidak boleh terlewatkan. Kolaborasi digital memungkinkan meeting berjalan aman tanpa kendala sesuai jadwal.
Selama setiap anggota tim atau staff mengikuti meeting, semua informasi tentang perkembangan pekerjaan dapat tersampaikan.
Dari meeting online ini, beragam ide dapat disampaikan demi kemajuan bisnis atau proyek.
6. Editing Video dengan Aplikasi Online
Contoh kolaborasi di bidang digital kreatif yang kini marak berlangsung adalah soal editing video.
Jika dulunya editing hanya bisa melalui platform pribadi, kini aksesnya dapat dibuka untuk tim.
Dengan akses terbuka inilah, seluruh tim dapat ikuti mengedit melalui gawai masing-masing.
Proses editing pun dapat lebih cepat selesai tanpa harus datang ke ruang editing dan melakukan pengeditan satu per satu.
7. Pembuatan Laporan Kerja dengan Cloud

Selanjutnya, kolaborasi digital juga berlangsung pada saat ingin melakukan pembuatan laporan kerja.
Pembuatannya bisa menggunakan cloud, sehingga setiap tim dapat mengisi bersama hasil kerjanya dan melihat perubahan secara langsung.
Bukan hanya pembuatan, atasan staff juga bisa mengecek laporan kerja secara berkala.
Dari sini, kamu sebagai owner atau manajer dapat mengetahui hasil kerja dari setiap staff.
Baca Juga: Sales Force Automation, Software Terbaik untuk Efisiensi Penjualan
8. Manajemen Data dengan Sistem ERP
Hampir setiap divisi bisnis, baik itu HR, produksi, gudang, penjualan, keuangan perlu mengakses satu data yang sama secara real time. Manfaat kolaborasi digital akan memudahkan akses ini melalui satu platform.
Misalnya, tim sales menginput pesanan yang akan diakses tim gudang untuk pengecekan stok.
Di sisi lain, tim produksi pun bisa tahu kebutuhan barang apa yang masih kosong untuk diproduksi ulang.
9. Penggunaan Customer Relationship Management
Selanjutnya, CRM atau pusat kolaborasi berbasis data baik itu riwayat chat, transaksi, hingga follow up juga jadi contoh penting. Hubungannya sangat besar terhadap kepuasan pelanggan.
Contoh, tim sales, marketing, serta cs membagikan informasi tentang konsumen. Dari sini, sales tahu promo apa yang paling disukai, sedangkan CS mengetahui riwayat pembelian dan lebih mudah up selling.
10. Mengadakan Kelas Virtual untuk Pelatihan Karyawan
Contoh kolaborasi digital juga berlaku untuk perkembangan keterampilan karyawan. Pemilik bisnis bisa mengadakan kelas virtual yang lebih praktis untuk melatih keterampilan karyawan.
Tips Melakukan Kolaborasi Digital yang Efektif
Tanpa langkah yang tepat, kolaborasi digital bisa menjadi bumerang karena pengawasan kinerja langsung yang minim.
Untuk bisa menerapkannya secara efektif, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu ikuti:
1. Memilih Platform yang Tepat
Setiap kebutuhan kolaborasi memerlukan platform yang berbeda. Ada yang memerlukan platform untuk konferensi saja, tapi ada pula yang perlu sistem CRM dan ERP yang efektif.
Sebaiknya, kamu memilih dan menggunakan platform sesuai kebutuhan. Pastikan juga platform tersebut punya fitur lengkap.
2. Praktek Penggunaan Platform
Jika ingin menggunakan platform baru, jangan lupa karyawan harus praktek penggunaan platform.
Atau jika ingin rekrutmen karyawan baru, maka pastikan mereka mampu mengoperasikan platform secara optimal.
3. Memperjelas Tugas dan Tanggung Jawab
Dari berbagai contoh kolaborasi di bidang pendidikan hingga bisnis, kunci utama prosesnya berjalan lancar adalah pemahaman akan tugas dan tanggung jawab.
Setiap anggota tim harus tahu apa tugas dan tanggung jawabnya, agar bisa mengisi laporan tepat waktu hingga menyampaikan perkembangan pekerjaan.
4. Membuat Jadwal yang Disiplin
Terakhir, pastikan untuk menetapkan jadwal yang disiplin saat akan harus meeting online, pembuatan laporan kerja, hingga penyerahan tugas. Dengan begitu, setiap tim tidak ada yang mengabaikan tugasnya.
Tingkatkan Kolaborasi Digital dalam BIsnis yang Efektif dengan ChatOne
Dari berbagai contoh kolaborasi digital ini, mana yang sudah dimulai dalam bisnismu?
Jika ingin menerapkannya, pastikan untuk memilih platform tepat seperti ChatOne by Rekan.ai.
Dengan ChatOne kamu bisa menyediakan layanan customer service berbasis AI yang efisien dan terintegrasi dengan CRM.
Dari aplikasi ini, kamu bisa menggabungkan berbagai kanal percakapan dalam satu dashboard yang terpadu.
Keunggulan inilah yang membuat semua anggota tim, dari marketing, customer service, bahkan owner bisa cek data real time. Penasaran ingin mencobanya? Segera cek pilihan paketnya dan berlangganan!
FAQ
Apa saja perangkat yang menunjang kolaborasi digital?
Komputer, smartphone, dan jaringan internet.
Apa keuntungan melakukan kolaborasi digital?
Mempersingkat waktu, inovasi yang luas, transparansi dan akuntabilitas jelas.
Apa risiko dari kolaborasi online?
Peretasan data, pencurian identitas yang merugikan data pribadi dan bisnis.
Reskia Ekasari, S.E. merupakan profesional di bidang keuangan dengan pengalaman lebih dari empat tahun dalam analisis finansial dan strategi pemasaran digital. Lulusan Akuntansi Universitas Sriwijaya ini dikenal karena kemampuannya mengintegrasikan data, efisiensi keuangan, dan digital marketing untuk mendorong pertumbuhan bisnis.