Sebelum mengimplementasikan ERP ke ekosistem bisnis, kamu perlu memahami terlebih dahulu faktor yang mempengaruhi harga software ERP. Informasi ini penting untuk menyesuaikan pilihan sistem dengan anggaran perusahaan.
Terlebih, setiap perusahaan memiliki kebutuhan bisnis yang berbeda sehingga harga ERP tidak bisa dipukul rata. Mulai dari skala bisnis hingga reputasi vendor menjadi faktor penentu biaya yang perlu kamu siapkan.
Baca Juga: Perbedaan Aplikasi ERP dan CRM, Mana yang Lebih Baik?
Apa Faktor yang Mempengaruhi Harga Software ERP?
Harga software ERP tidak sama untuk setiap kebutuhan bisnis. Terdapat berbagai faktor yang bisa memengaruhi murah atau mahalnya software ERP. Berikut penjelasannya.
1. Skala Bisnis
Skala bisnis menjadi faktor paling mendasar yang memengaruhi harga software ERP. Semakin besar ukuran perusahaan, semakin kompleks pula proses pengelolaan bisnis, sehingga biaya implementasi ERP pun cenderung meningkat.
Perusahaan dengan banyak divisi dan alur kerja khusus membutuhkan sistem ERP dengan konfigurasi yang lebih detail agar seluruh proses dapat terintegrasi dengan baik.
Belum lagi jika perusahaan memiliki banyak cabang atau beroperasi di lebih dari satu lokasi, biasanya akan memerlukan fitur tambahan.
Hal ini berdampak pada meningkatnya jumlah modul ERP yang digunakan sehingga biaya implementasinya membengkak.
Maka dari itu, skala bisnis sangat mempengaruhi total biaya ERP yang harus kamu siapkan.
2. Jenis ERP yang Digunakan
Secara umum, jenis ERP terbagi menjadi dua yaitu ERP konvensional dan ERP berbasis cloud.
ERP konvensional atau on premise cenderung membutuhkan investasi awal yang besar karena sistem ini menuntut perusahaan untuk memasang dan memelihara ERP di server mereka sendiri.
Apalagi, biaya pemasangan ERP konvensional cukup mahal sehingga tidak cocok bagi kamu yang baru mulai merintis atau UMKM.
Meski begitu, sistem konvensional ini menawarkan kustomisasi sesuai kebutuhan bisnis serta menawarkan tingkat keamanan data yang tinggi.
Itulah mengapa perusahaan skala besar kebanyakan menggunakan jenis konvensional.
Sementara itu, ERP berbasis cloud cenderung lebih terjangkau dari sisi biaya karena kamu tidak perlu menyediakan server sendiri. Kamu hanya perlu membayarkan biaya langganan ke vendor ERP pilihan.
Meski opsi kustomisasi lebih terbatas, ERP cloud cocok untuk bisnis kecil hingga startup yang ingin efisiensi biaya dengan sistem yang tetap dapat diakses secara real time.
3. Teknologi
Faktor yang mempengaruhi harga software ERP berikutnya adalah kualitas teknologi yang digunakan. Semakin modern dan canggih penerapan teknologi dalam sistem ERP, semakin tinggi pula nilai investasi yang perlu kamu keluarkan.
ERP dengan teknologi terkini mampu memproses data bisnis dengan lebih cepat, stabil, dan akurat.
Kinerja sistem yang andal ini membuat pengelolaan operasional menjadi lebih efisien, sehingga harga software ERP umumnya sebanding dengan kualitas teknologinya.
4. Jumlah Pengguna
Jumlah pengguna turut menjadi faktor yang mempengaruhi ERP dari segi biaya. Semakin banyak pengguna, semakin besar pula kapasitas dan sumber daya yang sistem perlukan.
Sebagian vendor menerapkan biaya per pengguna, sehingga kamu perlu menyiapkan anggaran tambahan apabila ada penambahan akun.
Namun, ada juga vendor yang menawarkan unlimited user sehingga tidak perlu membayar biaya tambahan meski tim perusahaan kamu bertambah.
Karena itu, strategi efisiensi biaya ERP dari segi jumlah pengguna bisa dengan menentukan siapa yang benar-benar membutuhkan akses ke sistem ERP.
Atau Anda bisa mencari vendor yang memberikan benefit unlimited user untuk terhindar dari biaya tambahan.
Baca Juga: 8 Tips Memilih Software ERP untuk Bisnis Agar Tidak Rugi
5. Jumlah dan Fungsi Modul
Besaran harga software ERP juga ditentukan dari jumlah dan fungsi modul yang kamu gunakan. Perusahaan dapat memilih modul sesuai kebutuhan operasional, supaya hanya modul-modul penting saja yang diimplementasikan.
Untuk perusahaan startup, modul yang umum diprioritaskan biasanya meliputi akuntansi, manajemen inventori, dan sistem informasi dasar. Modul-modul ini biasa terpakai pada operasional bisnis sehari-hari.
Namun, ketika kamu membutuhkan modul tambahan seperti HR atau CRM, biaya ERP tentu akan meningkat. Begitu pula dengan penggunaan fitur analitik lanjutan dan integrasi AI yang turut berdampak pada kenaikan biaya ERP.
6. Kustomisasi Sistem
Setiap bisnis memiliki karakteristik dan proses kerja yang berbeda. Dalam rangka menyesuaikan ERP dengan kebutuhan bisnis, vendor perlu melakukan kustomisasi sistem agar dapat digunakan secara optimal.
Apabila tingkat kustomisasinya kompleks, harga akhir software ERP juga naik karena butuh waktu, tenaga, dan kemampuan teknis yang mumpuni.
7. Pengalaman Vendor Penyedia ERP
Faktor yang mempengaruhi harga software ERP juga tidak terlepas dari pengalaman dan reputasi vendor
Vendor yang sudah memiliki nama terkenal, umumnya mematok biaya lebih tinggi daripada vendor rintisan. Hal ini wajar mengingat vendor berpengalaman telah memiliki rekam jejak yang membuktikan kredibilitasnya.
Baca Juga: Rekomendasi Sistem ERP untuk UMKM Berbasis Teknologi AI
Sistem ERP Berbasis AI dengan Harga Terjangkau di Rekan.ai
Buat kamu yang saat ini sedang mencari solusi ERP untuk membuat operasional bisnis menjadi lebih efisien, Rekan.ai dapat jadi pilihan.
Rekan.ai menawarkan sistem ERP berbasis AI yang fleksibel menyesuaikan skala dan kebutuhan bisnis.
Kelebihan ERP dari Rekan.ai yaitu jumlah pengguna tidak terbatas tanpa biaya tambahan, dukungan tenaga ahli, keamanan data terjamin, dan tingkat akurasi yang tinggi. Yuk, coba Sistem ERP kami untuk mendukung operasional bisnis kamu!
Reskia Ekasari, S.E. merupakan profesional di bidang keuangan dengan pengalaman lebih dari empat tahun dalam analisis finansial dan strategi pemasaran digital. Lulusan Akuntansi Universitas Sriwijaya ini dikenal karena kemampuannya mengintegrasikan data, efisiensi keuangan, dan digital marketing untuk mendorong pertumbuhan bisnis.