marketing automation

Marketing Automation: Arti, Jenis, dan Contoh Penerapannya

Proses pemasaran kini sudah tak seribet dulu. Pasalnya, terdapat marketing automation yang membuat berbagai tugas-tugas rutin dan repetitif harian yang bisa berjalan otomatis. 

Dengan adanya teknologi ini, setiap bisnis bisa amat terbantu untuk melakukan pemasaran dengan terstruktur dan juga konsisten. 

Mau tahu lebih lanjut soal otomasi dalam bidang marketing? Cek!

Baca Juga: 10 Fungsi Chatbot untuk Bisnismu, Bukan Bales-bales Chat Doang!

Apa Itu Marketing Automation?

Jadi, marketing automation adalah teknologi yang membantu bisnis menjalankan aktivitas pemasaran secara otomatis, terstruktur, dan konsisten. 

Fokus utamanya ada pada tugas-tugas berulang seperti pengiriman email, pengelompokan audiens, pengaturan notifikasi, sampai pemantauan performa kampanye. Semua berjalan lewat sistem, bukan lewat kerja manual satu per satu.

Praktiknya, marketing automation bekerja seperti asisten virtual yang paham ritme kerja marketing. 

Sistem ini tidak cuma menjalankan perintah, tetapi juga membaca perilaku audiens, lalu menyesuaikan tindakan berikutnya. 

Saat seseorang mendaftar newsletter, maka sistem langsung mengirim email sambutan. 

Ketika seseorang mengunjungi halaman produk berkali-kali, sistem bisa menandainya sebagai prospek potensial.

Dalam bahasa sehari-hari, marketing automation mirip staf marketing yang kerja 24/7.

Ia tidak capek, tidak lupa jadwal, dan tidak melewatkan momen penting. Mulai dari tahap orang baru kenal brand, lalu tertarik, kemudian mempertimbangkan, sampai akhirnya membeli, semua proses itu bisa kamu atur lewat alur otomatis yang rapi.

Yang perlu kamu pahami, marketing automation itu teknologi yang bekerja berdasarkan data, konteks, serta logika. 

Karena itu, perannya bukan menggantikan strategi, melainkan mengeksekusi strategi dengan lebih konsisten dan terukur.

Cara Kerja Marketing Automation

Cara kerja marketing automation sebenarnya tidak rumit, asalkan kamu mengikuti alurnya: 

1. Pengumpulan Data Pelanggan

Langkah awal selalu mulai dari pengumpulan data pelanggan. Data ini bisa berasal dari formulir pendaftaran, riwayat klik, aktivitas pembelian, sampai interaksi email. Semakin lengkap datanya, semakin presisi automation bekerja.

2. Susun Workflow

Setelah itu, kamu menyusun alur otomatisasi atau workflow. Alur ini berisi rangkaian tindakan yang saling terhubung. 

Contohnya, seseorang mendaftar newsletter, lalu sistem mengirim email sambutan. Beberapa hari kemudian, sistem mengirim email edukasi. 

Setelah itu, sistem menawarkan promo ringan. Semua berjalan sesuai urutan yang sudah kamu rancang.

3. Trigger dan Action

Berikutnya, sistem menjalankan trigger dan action. Trigger berperan sebagai pemicu, sementara action menjadi respons. 

Saat trigger muncul, sistem langsung menjalankan tindakan. Misalnya, ketika audiens mengklik tautan tertentu, sistem menambahkan tag minat tertentu.

4. Analisis dan Optimasi

Tahap terakhir adalah analisis dan optimasi. AI marketing automation dari Rekan.ai, misalnya, akan mencatat performa setiap kampanye. 

Kamu bisa melihat email mana yang banyak terbuka, pesan mana yang banyak klik, serta alur mana yang perlu perbaikan. Dari sini, kamu bisa menyempurnakan strategi berikutnya.

Baca Juga: 6 Perusahaan Besar yang Menggunakan Chatbot di Indonesia

Mengapa Bisnis Butuh Marketing Automation? 

Alasan bisnis butuh marketing automation biasanya bukan karena ingin terlihat modern, melainkan karena tuntutan operasional makin kompleks. Jumlah audiens bertambah, channel pemasaran makin banyak, sementara waktu dan tenaga tetap terbatas.

1. Menghemat Waktu dan Energi

Pertama, marketing automation membantu kamu menghemat waktu dan energi. Tanpa sistem otomatis, tim marketing perlu mengirim email satu per satu, lalu menjadwalkan konten manual, kemudian mengecek performa kampanye secara terpisah. 

Semua proses itu memakan waktu, sementara fokus utama seharusnya ada pada perencanaan strategi dan pengembangan ide. Dengan automation, sistem mengambil alih tugas rutin, lalu tim bisa fokus pada keputusan besar.

2. Interaksi dengan Pelanggan Lebih Relevan

marketing automation

Jika menggunakan chatbot marketing automation seperti ChatOne dari Rekan.ai, maka sistemnya bisa mengirim pesan berdasarkan momen tertentu. Saat ulang tahun pelanggan datang, sistem mengirim ucapan. 

Ketika seseorang meninggalkan keranjang belanja, sistem langsung menindaklanjuti. Pendekatan seperti ini membuat komunikasi terasa personal walaupun prosesnya otomatis.

3. Peluang ROI dan Konversi Meningkat

Pesan yang relevan punya peluang terbaca lebih tinggi, kemudian peluang klik juga ikut naik. 

Saat audiens menerima konten sesuai kebutuhan mereka, keputusan pembelian terasa lebih alami. Automation membantu proses ini berjalan konsisten. 

4. Skalabilitas Lebih Masuk Akal

Kamu bisa melayani ratusan sampai ribuan pelanggan tanpa menambah tim besar. Sistem menangani volume kerja, sementara manusia mengontrol arah dan kualitas.

Baca Juga: Apa Itu Chatbot WhatsApp? Ini Cara Kerja dan Manfaatnya

Jenis-Jenis Marketing Automation

Marketing automation mencakup banyak bentuk. Setiap jenis punya peran berbeda, tergantung tujuan dan channel pemasaran: 

1. Email Marketing Automation

Jenis ini paling populer karena mudah diterapkan. Sistem mengirim email berdasarkan aksi audiens. 

Email sambutan, email edukasi, dan email promosi berjalan lewat alur otomatis. Kamu bisa menjaga konsistensi komunikasi tanpa kelelahan operasional.

2. Lead Nurturing Automation

Lead nurturing berfokus pada proses pematangan calon pelanggan. Nantinya, sistem akan mengirim konten secara bertahap agar audiens makin paham nilai produk. 

Pendekatan ini cocok untuk bisnis dengan proses keputusan panjang karena membantu membangun kepercayaan secara perlahan.

3. Lead Scoring Automation

Lead scoring membantu tim marketing dan sales menentukan prioritas. Sistem memberi nilai berdasarkan perilaku audiens. 

Semakin aktif seseorang, maka semakin tinggi skornya. Dengan cara ini, tim bisa fokus pada prospek yang siap mengambil keputusan.

4. Social Media Automation

Social media automation akan membantu penjadwalan konten serta pemantauan performa. 

Jadi, kamu bisa mengatur waktu publikasi, lalu sistem menjalankannya sesuai jadwal. Pendekatan ini menjaga konsistensi tanpa perlu aktif setiap saat.

5. Customer Journey Automation

Jenis ini menghubungkan berbagai channel dalam satu alur perjalanan pelanggan. Email, pesan instan, dan iklan bekerja saling melengkapi. 

Alhasil, audiens akan merasakan pengalaman yang menyatu karena setiap pesan muncul sesuai tahap perjalanan mereka.

Contoh Kasus Marketing Automation yang Bikin Efisien

Agar gambaran marketing automation terasa nyata, kamu bisa melihat beberapa contoh berikut:

1. Pengingat Abandoned Cart

Kasus keranjang belanja terbengkalai sering terjadi. Marketing automation membantu mengatasinya dengan cepat. 

Saat seseorang meninggalkan keranjang, maka sistem mengirim pengingat, lalu bisa menambahkan insentif kecil. Cara ini sering meningkatkan peluang pembelian tanpa usaha tambahan.

2. Segmentasi Audiens

Segmentasi membuat pesan lebih tepat sasaran. Sistem mengelompokkan audiens berdasarkan minat, perilaku, atau riwayat transaksi. 

Setelah itu, sistem mengirim pesan sesuai segmen. Hasilnya, audiens tidak merasa menerima pesan acak yang tidak relevan.

3. Email Automation

Email automation bekerja dengan mengirim rangkaian email secara otomatis setelah audiens melakukan aksi tertentu. 

Misalnya, setelah mendaftar newsletter, sistem mengirim email perkenalan, lalu email edukasi, kemudian penawaran. Alur ini membantu membangun hubungan tanpa perlu kirim email manual.

Marketing Automation Lebih Efisien dengan AI Agent ChatOne

Marketing automation akan terasa timpang kalau respon ke pelanggan masih lambat dan tidak konsisten. 

Nah, di sini ChatOne bisa jadi solusinya. Sebagai AI Agent dengan sistem Omnichannel CRM, ChatOne membantu kamu mengelola ribuan percakapan pelanggan secara otomatis, cepat, dan rapi, dari satu dashboard terintegrasi.

Alur follow-up, respon awal, sampai nurturing pelanggan bisa berjalan otomatis, sehingga strategi marketing automation yang kamu bangun benar-benar bekerja di lapangan. Tanpa menambah tim, tanpa ribet operasional, dan tetap terasa personal.

Populer Posts