cara mengoptimalkan inventory

7 Cara Mengoptimalkan Inventory dengan Efektif dan Efisien

Seiring makin pesatnya perkembangan e-commerce, bisnis menghadapi tantangan baru dalam pengelolaan inventory. Berbagai cara mengoptimalkan inventory diterapkan untuk menyeimbangkan ketersediaan stok.

Lebih dari sekedar untuk memenuhi permintaan pelanggan. Manajemen inventory bisa mempengaruhi kemampuan bisnis untuk stand out dalam persaingan dunia digital yang menuntut ketepatan dan kecepatan.

Lantas, bagaimana cara manajemen inventory yang baik? Yuk, simak selengkapnya teknik optimasi inventory terbaik.

Cara Mengoptimalkan Inventory 

Inventory optimization merujuk pada proses untuk menjaga level stok yang tepat untuk memenuhi permintaan tanpa menimbulkan biaya berlebihan. Untuk mencapainya, kamu bisa menerapkan beberapa teknik berikut:

1. Just-in-Time Inventory

Teknik inventory Just-in-Time (JIT) bertujuan untuk meminimalisir stok berlebihan. Dalam teknik ini, bisnis baru melakukan pemesanan barang saat diperlukan, alih-alih membiarkan stok menumpuk.

Penggunaan teknik ini menawarkan sejumlah keuntungan, yaitu:

  • Menekan biaya untuk penyimpanan stok
  • Menghindari keusangan stok
  • Meningkatkan efisiensi barang dan alur kerja

Bisnis yang menerapkan JIT baru menambah stok saat memerlukan, baik untuk tujuan produksi maupun penjualan. 

Metode ini efektif untuk menghindari stok menumpuk percuma. Namun, penerapannya membutuhkan koordinasi yang tepat dengan supplier. Bisnis juga harus memiliki rantai pasok yang reliable jika menerapkan JIT.

Teknik JIT merupakan opsi optimasi inventory yang ideal untuk bisnis yang menjual produk bernilai tinggi atau produk yang cepat kadaluarsa.

Baca Juga: Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan Bisnis, Apa Saja?

2. Economic Order Quantity

Economic Order Quantity (EOQ) merupakan cara mengatur inventory dengan menentukan kuantitas order yang optimal. Tujuannya yaitu untuk meminimalisir total biaya order dan biaya penyimpanan inventory.

Metode EOQ bergantung pada tiga variabel, yaitu biaya order, biaya penyimpanan, dan prediksi permintaan.

Menyeimbangkan berbagai variabel tersebut dengan reorder point membantu bisnis menjaga stok yang optimal. 

Sehingga penerapannya mampu memastikan efisiensi operasional tanpa harus terus-menerus melakukan pembaruan stok.

3. Metode Analisis ABC 

Cara mengoptimalkan inventory yang satu ini banyak digunakan oleh bisnis yang menjual berbagai jenis produk. 

Metode analisis ABC berdasarkan pada pemahaman bahwa masing-masing produk memiliki nilai tersendiri. 

Dalam penerapannya, inventory akan dibedakan ke dalam beberapa kategori berbeda berdasarkan nilai kepentingannya. Berikut tiga kategori produk dalam analisis ABC:

  • A: produk penting yang menghasilkan 80% nilai
  • B: produk menengah yang memerlukan kontrol rutin
  • C: produk dengan nilai rendah atau rotasi lambat

Dengan mengidentifikasi dan memprioritaskan produk bernilai tinggi, metode pengelolaan inventory ini bisa meningkatkan profitabilitas bisnis.

4. Safety Stock Inventory

cara mengoptimalkan inventory

Kehabisan stok barang bisa jadi pukulan besar bagi penjualan dan aktivitas bisnis. Bahkan bisa menyebabkan pelanggan beralih ke kompetitor. 

Safety stock merupakan teknik manajemen risiko di mana bisnis memproduksi dan menyimpan stok cadangan untuk mengantisipasi hal-hal tidak terduga. Misalnya, lonjakan permintaan atau pengiriman yang terlambat.

Keberadaan stok cadangan memungkinkan bisnis dapat terhindar dari kehilangan penjualan. 

Namun, metode ini juga bisa mengarah pada peningkatan biaya inventory yang tidak perlu jika stok cadangan tidak terjual.

Untuk mencegah hal tersebut, cara mengelola inventory dengan safety stock melibatkan perhitungan yang mempertimbangkan berbagai variabel berikut:

  • Variabilitas alam permintaan
  • Waktu pengiriman aktual
  • Persentase pelayanan yang bisnis berikan
  • Tingkat pembalikan optimal 
  • Rotasi produk dan faktor musiman 

Baca Juga: 10 Kesalahan Bisnis Pemula yang Fatal Bisa Bikin Gulung Tikar!

5. Demand Forecasting

Membuat demand forecasting (prediksi permintaan) menjadi kunci kesuksesan dari strategi optimasi inventory.

Teknik ini memperkirakan permintaan produk di masa mendatang dengan menganalisa beberapa faktor berikut:

  • Data riwayat penjualan
  • Trend pasar
  • Variasi musiman 
  • Event eksternal
  • Faktor relevan lain seperti promosi dan aktivitas kompetitor

Berbagai informasi tersebut membantu pembuatan prediksi permintaan yang akurat untuk mewujudkan manajemen inventory yang efisien.

Saat ini banyak bisnis yang menggunakan solusi berbasis AI untuk menerapkan cara mengontrol inventory dengan demand forecasting. 

Hal ini karena teknologi AI mampu mengelola data dalam skala besar serta mendeteksi pola yang tidak terlihat jelas.

6. Vendor Managed Inventory

Vendor Managed Inventory (VMI) adalah pendekatan kolaboratif yang mana supplier melakukan pengelolaan inventory berdasarkan kriteria yang telah disepakati.

Teknik ini efektif meningkatkan efisiensi rantai pasok untuk memastikan pembaruan stok tepat waktu. Penerapan VMI juga membantu bisnis dapat menjaga kualitas pelayanan terbaik.

Dalam penerapannya, VMI memerlukan adanya hubungan yang transparan dan saling percaya antara bisnis dengan supplier. 

7. Stock Monitoring

Pemantauan stok secara konstan memungkinkan bisnis dapat mendeteksi munculnya variasi yang berpotensi menimbulkan masalah.

Strategi stock monitoring yang baik lebih dari sebatas memantau jumlah stok. Namun juga tentang memahami pola stok. 

Supaya bisa merespon perubahan kondisi pasar dan permintaan dengan cepat, sebaiknya bisnis mengimplementasikan sistem pelacakan stok cerdas. Sistem yang ideal perlu memiliki beberapa faktor utama berikut:

  • Peringatan dini: melaporkan kelebihan atau kekurangan stok sebelum menimbulkan masalah
  • Integrasi data: kemampuan menghubungkan penjualan dengan data pembelian dan logistik secara dinamis
  • Pembaruan real time: memungkinkan pengambilan keputusan secepat mungkin
  • Bekerja berdasarkan KPI relevan: memudahkan bisnis dalam evaluasi manajemen stok

Baca Juga: Perbedaan Aplikasi ERP dan CRM, Mana yang Lebih Baik?

Kelola Inventory Lebih Efektif dengan POS Berteknologi Modern

Cara mengoptimalkan inventory kini bisa lebih mudah dengan kehadiran solusi teknologi modern. 

Salah satu solusi yang umum bisnis gunakan yaitu sistem POS (Point of Sales). Sistem ini akrab juga dengan sebutan aplikasi kasir.

RekanBooks merupakan sistem POS terbaru yang hadir dengan Smart Technology. Sistem ini mampu melakukan pencatatan transaksi secara otomatis, monitoring inventory, dan memudahkan pembuatan laporan keuangan.

RekanBooks juga cocok untuk mendukung efisiensi bisnis dari berbagai industri, mulai dari kuliner, elektronik, toko online, retail, hingga bisnis jasa dan layanan. Yuk, dapatkan software POS RekanBooks sekarang juga!

Populer Posts