Terkadang, beberapa istilah bisa membingungkan karena sekilas tampak sama tetapi aslinya berbeda. Misalnya seperti perbedaan ERP dan SAP yang perusahaan gunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis.
Jika baru terjun ke korporat, wajar kurang familiar dengan dua istilah itu. Namun, kamu tentunya tidak ingin selamanya clueless, bukan? Nah, supaya tidak bingung lagi dengan ERP dan SAP, simak terus penjelasannya berikut ini.
Baca Juga: Customer Experience Management: Arti, Peran, dan Cara Membangunnya
Mengenal Definisi ERP dan SAP
Sebelum melangkah jauh ke perbedaan sistem ERP dan SAP, kamu perlu mengenal definisinya terlebih dahulu.
1. Enterprise Resource Planning (ERP)
ERP adalah sebuah pendekatan strategis untuk mengelola seluruh sumber daya perusahaan dalam satu sistem terpadu. Setiap divisi tidak bekerja dengan sistem yang terpisah, melainkan ERP membuatnya saling terintegrasi.
Contohnya, ketika kamu berhasil melakukan penjualan, sistem ERP akan otomatis memperbarui sisa stok di gudang dan mencatat pendapatan. Alur kerja yang terkoneksi ini akan membuat bisnis berjalan lebih cepat dan efisien.
Selain itu, perusahaan juga dapat memantau data secara real time, sehingga setiap keputusan yang dibuat berdasarkan data terkini.
Namun, jangan salah sangka ERP adalah nama produk. ERP merujuk ke konsep sistem manajemen bisnis, yang artinya banyak vendor atau penyedia software menerapkan konsep ini dengan fitur yang berbeda-beda.
2. Systems, Applications, and Products (SAP)
SAP adalah perusahaan pengembang perangkat lunak yang dikenal membangun solusi berbasis konsep ERP dari Jerman.
Berbeda dengan ERP yang merupakan sebuah konsep, SAP merupakan merek atau vendor penyedia solusi ERP tersebut.
Dengan kata lain, SAP merupakan implementasi dari ERP, tetapi tidak semua ERP menggunakan SAP.
Pasalnya, masih banyak vendor lain yang menyediakan software berbasis ERP. Ini salah satu poin penting dalam memahami perbedaan ERP dan SAP.
Produk-produk SAP dirancang untuk mencakup kebutuhan operasional perusahaan seperti produksi, logistik, sumber daya manusia, hingga keuangan.
Perbedaan ERP dan SAP
Berikut adalah perbedaan ERP dengan SAP ditinjau dari berbagai aspek mulai dari fokus, vendor, ruang lingkup, fitur, dan harga.
1. Fokus dan Fungsi Produk
Beda ERP dan SAP bisa dilihat dari fokusnya. ERP berfokus pada pengelolaan dan penyatuan seluruh proses bisnis internal perusahaan ke dalam satu sistem terintegrasi, mulai dari inventaris hingga keuangan menjadi lebih efisien.
Sementara itu, SAP merupakan vendor atau penyedia perangkat lunak yang mengembangkan solusi berbasis konsep ERP dengan fitur dan modul yang lebih kompleks.
Keduanya sama-sama berfungsi untuk mendukung pertumbuhan pertumbuhan. Namun, selain mengelola operasional bisnis, SAP juga membantu menjaga hubungan pelanggan.
2. Vendor
Dari sisi vendor, ERP memiliki pilihan yang jauh beragam. Daftar perusahaan yang menyediakan perangkat lunas berbasis ERP antara lain Oracle, Microsoft Dynamics, Odoo, Zoho, dan lain-lain.
Keberagaman ini memberikan keleluasaan bagi perusahaan untuk memilih sistem ERP yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Sementara itu, SAP adalah vendor spesifik yang menawarkan solusi ERP dengan fitur yang beragam. Secara fleksibilitas, SAP dikenal memiliki proses implementasi yang lebih kompleks dengan biaya relatif tinggi.
Tidak seperti ERP dari berbagai vendor yang umumnya lebih fleksibel sesuai skala bisnis.
3. Ruang Lingkup Penggunaan

Sistem ERP pada dasarnya dirancang agar dapat digunakan oleh berbagai skala bisnis, mulai dari usaha kecil, menengah, hingga perusahaan besar.
Fleksibilitas ini membuat ERP menjadi solusi yang efektif karena perusahaan bisa memilih vendor sesuai dengan kebutuhan operasional dan kapasitas anggarannya.
Apalagi, ERP biasanya ramah bagi pengguna non-teknis karena bentuknya yang modular, ringan, dan mudah digunakan.
Kamu bisa memilih modul tertentu seperti keuangan atau inventaris dan menambahkan fitur lainnya seiring pertumbuhan bisnis.
Di sisi lain, SAP dirancang untuk menangani proses bisnis yang lebih kompleks sehingga sering digunakan oleh perusahaan berskala besar atau korporasi multinasional.
Baca Juga: 5 Manfaat AI untuk Bisnis UMKM Agar Lebih Efisien dan Efektif
4. Fitur
Perbedaan ERP dan SAP berikutnya adalah dari segi fitur yang disediakan. ERP menawarkan sejumlah fitur yang berfokus pada pengelolaan operasional bisnis sehari-hari. Misalnya inventaris, produksi, penjualan, dan keuangan.
Dengan konsep “all in one”, ERP memungkinkan seluruh divisi bekerja pada satu platform software yang sama sehingga data selalu sinkron.
Maka dari itu, keunggulan ERP adalah kemampuannya untuk mendukung perencanaan bisnis yang strategis dan membantu manajemen mengambil keputusan dengan cepat berdasarkan data yang akurat.
Sementara itu, SAP menyediakan fitur-fitur yang melengkapi fitur dari ERP seperti pembuatan laporan data analitik, pengembangan produk, pengadaan (procurement), manajemen rantai pasokan, hingga dukungan layanan dan penjualan.
Baca Juga: Stock Replenishment: Arti, Tujuan, 7 Metode, dan Alur Kerjanya!
5. Harga
Dari sisi biaya, sistem ERP memiliki rentang harga yang cukup bervariasi mengingat banyak pilihan vendor dengan skema berbeda-beda.
Namun, ERP modular non-SAP umumnya menawarkan harga yang lebih terjangkau dan fleksibel.
Itulah mengapa opsi vendor ERP non-SAP lebih cocok untuk UMKM. Kamu bisa melakukan riset beberapa vendor ERP dari segi reputasi, pengalaman, atau ulasan dari pengguna sebelumnya.
Beda dengan ERP, harga SAP cenderung lebih mahal karena fitur-fiturnya yang kompleks. Apalagi, kamu juga perlu membayar biaya implementasi, tenaga ahli, dan waktu implementasinya juga lebih lama.
Maka dari itu, kebanyakan perusahaan skala besar memilih SAP untuk mendukung operasional bisnis mereka.
Nah, buat kamu yang tertarik untuk menggunakan sistem ERP agar operasional bisnis makin efisien, pakai produk dari Rekan.ai.
Rekan.ai adalah penyedia sistem ERP berbasis AI yang dapat mengintegrasikan kebutuhan bisnis dalam satu platform saja.
Reskia Ekasari, S.E. merupakan profesional di bidang keuangan dengan pengalaman lebih dari empat tahun dalam analisis finansial dan strategi pemasaran digital. Lulusan Akuntansi Universitas Sriwijaya ini dikenal karena kemampuannya mengintegrasikan data, efisiensi keuangan, dan digital marketing untuk mendorong pertumbuhan bisnis.